READ.ID – Asosiasi Kabupaten (ASKAB) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Kabupaten Pohuwato resmi memiliki kepengurusan baru untuk periode ketiga. Pelantikan pengurus berlangsung khidmat di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Pohuwato, Senin (29/06/2026).
Pelantikan tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Pohuwato Iskandar Datau, Kabag Ops Polres Pohuwato AKP Syang Kalibato, Ketua ASPROV PSSI Provinsi Gorontalo Lahmudin Hambali, serta jajaran pengurus ASKAB PSSI Pohuwato yang baru dikukuhkan.
Kembali dipercaya memimpin ASKAB PSSI Pohuwato untuk periode ketiga, Ketua ASKAB PSSI Pohuwato, Nasir Giasi, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan yang kembali diberikan oleh ASPROV PSSI Gorontalo.
“Alhamdulillah diperpanjang lagi oleh Asprov. Saya kira bicara sepak bola Pohuwato dari tahun ke tahun makin berkembang, sehingga perlu ada organisasi khususnya PSSI Pohuwato yang mengatur segala lalu lintas persepakbolaan di Pohuwato,” ujar Nasir usai pelantikan.
Pada periode kepemimpinan kali ini, Nasir menegaskan fokus utama organisasi adalah memperkuat pembinaan usia dini melalui penataan Sekolah Sepak Bola (SSB). Menurutnya, saat ini terdapat sekitar 20 hingga 30 SSB yang telah terbentuk di Kabupaten Pohuwato dan perlu mendapat pembinaan yang lebih terarah.
“Ke depan ini kami lebih fokus pada penataan SSB. Di Pohuwato itu sudah ada kurang lebih 20 sampai dengan 30 SSB yang sudah terbentuk. Ini akan kita dorong terus karena pembinaan kelompok umur sangat penting untuk kaderisasi para pemain sepak bola itu sendiri,” jelasnya.
Selain pembinaan pemain, ASKAB PSSI Pohuwato juga akan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sektor perangkat pertandingan. Program tersebut akan dibahas lebih lanjut dalam Rapat Kerja (Raker) ASKAB yang akan datang.
Jika pada periode sebelumnya ASKAB berfokus pada pelatihan pelatih melalui Lisensi C, maka kali ini pelatihan akan diperluas mencakup wasit, pengawas pertandingan, hingga peningkatan standar kepelatihan di seluruh klub.
“Di raker nanti akan ada peningkatan kapasitas para wasit. Kami juga akan mengadakan pelatihan untuk para pengawas pertandingan. Ke depan, semua klub baik di tingkat tarkam maupun desa diwajibkan menggunakan pelatih yang sudah dilatih dan mengantongi lisensi dari Askab,” tegas Nasir.
Menurut Nasir, kemajuan sepak bola daerah tidak hanya ditentukan oleh kualitas pemain, tetapi juga harus ditopang oleh perangkat pertandingan dan pelatih yang memiliki kompetensi sesuai standar.
Di sisi lain, ia menyoroti masih minimnya kompetisi resmi yang digelar di tingkat kabupaten. Selama ini, agenda sepak bola di Pohuwato masih didominasi turnamen tahunan seperti Bupati Cup.
Untuk menjawab tantangan tersebut, pengurus baru ASKAB PSSI Pohuwato tengah menyiapkan format kompetisi yang lebih berkelanjutan. Salah satu program yang sedang dirancang adalah peluncuran Pohuwato Liga serta penyelenggaraan kompetisi kelompok umur mulai U-15, U-17, U-19 hingga U-21.
“Kita ini sangat miskin turnamen tingkat kabupaten. Makanya ini sementara kami rumuskan. Ke depan mungkin ada Pohuwato Liga, kemudian turnamen kelas kelompok umur seperti U-15, U-17, U-19, hingga U-21,” ungkapnya.
Nasir berharap kepengurusan baru yang dihuni sejumlah figur berpengalaman mampu membawa perubahan signifikan terhadap prestasi sepak bola Pohuwato melalui pembinaan yang berjenjang dan kompetisi yang lebih intensif.
“Kita ingin semangat turnamen di tingkat kabupaten itu lebih hidup, termasuk menambah kuantitas turnamen di tingkat tarkam. Karena prinsipnya, makin banyak turnamen diadakan, maka akan makin bagus untuk mengasah mental dan kualitas pemain kita,” pungkasnya.












