READ.ID – Momentum penguatan industri media lokal kembali ditegaskan dalam agenda Musyawarah Daerah (Musda) II Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Gorontalo yang digelar pada Sabtu (13/6).
Kehadiran Wakil Ketua Umum Bidang Kajian Strategis dan Inovasi Kebijakan SMSI Pusat, Yono Hartono, menjadi motor penggerak bagi ratusan pengusaha media siber di daerah tersebut. Dalam forum ini, peran perusahaan pers tidak lagi hanya dilihat sebagai penyedia informasi, melainkan sebagai pilar strategis dalam menjaga kedaulatan digital dan mengedukasi masyarakat di tengah derasnya arus globalisasi.
SMSI sebagai wadah berhimpunnya para pemilik media siber memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan ekosistem kemitraan berjalan seimbang dan sehat. Sebagai organisasi yang menaungi para pelaku industri media, SMSI berkomitmen mendorong tata kelola perusahaan pers yang profesional agar mampu menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mengawal pembangunan.
Fokus utama diarahkan pada bagaimana industri media lokal dapat mandiri secara ekonomi, sekaligus tetap kokoh menjalankan fungsi kontrol sosial demi kepentingan publik.
Tantangan era digital yang kian kompleks menuntut perusahaan pers untuk adaptif, terutama dalam membentengi generasi muda dari potensi dampak negatif ruang siber.
Yono Hartono menekankan pentingnya kolaborasi aktif antara pemilik media dan pemangku kebijakan untuk melahirkan regulasi lokal yang protektif terhadap keamanan digital masyarakat.
“Kita sebagai insan pers di samping kita juga berhimpun pada sebuah perusahaan pers di SMSI ini, kita punya tanggung jawab moral untuk menjaga generasi ke depan,” ujarnya di hadapan para peserta Musda.
Di akhir penyampaiannya, SMSI menegaskan kembali khitah organisasi yang senantiasa berdiri tegak demi keutuhan bangsa, terlepas dari dinamika kontestasi politik yang bersifat periodik. Keberadaan perusahaan pers siber di daerah diproyeksikan sebagai benteng informasi yang mengutamakan kepentingan nasional di atas segalanya.
“SMSI hanya peduli dan urusan kepada politik negara, dasar negara, dan semuanya adalah terkait dengan negara. Kalau pemerintahan itu 5 tahun, 10 tahun, selesai. Tapi negara sampai kiamat, Bos, kita akan terus bernegara, berbangsa Indonesia,” pungkas Yono memotivasi seluruh anggota SMSI Gorontalo.












