READ.ID – Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea melayangkan teguran keras kepada jajaran pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat, hingga lurah dalam Rapat Koordinasi dan Evaluasi (Rakorev) Pemerintah Kota Gorontalo, Minggu (17/5).
Adhan mengaku kecewa dengan minimnya laporan dan lambatnya respons jajaran pemerintah daerah dalam menangani musibah banjir yang saat ini merendam sejumlah wilayah, termasuk kawasan Heledulaa dan Moodu.
Dengan nada tinggi, ia menegaskan bahwa keselamatan rakyat yang sedang tertimpa bencana sama sekali tidak boleh disepelekan.
“Jangan pandang enteng Bapak dan Ibu. Sebagaimana selalu saya katakan, kita ini telah sepakat untuk mengurus rakyat, ya. Jadi tidak ada alasan kalau mengurus rakyat,” tegas Adhan Dambea di hadapan para pejabat yang hadir.
Mirisnya, ketegasan ini diluapkan sang Wali Kota karena dirinya justru mengetahui kondisi riil banjir di lapangan melalui aduan langsung masyarakat via pesan WhatsApp—bukan dari laporan resmi bawahannya sekembali ia dari perjalanan dinas di Jakarta.
Adhan mengingatkan, sebagai pelayan publik, pemerintah memiliki tanggung jawab mutlak untuk hadir dan memberikan solusi konkret secara cepat. Mulai dari proses evakuasi hingga penyediaan tempat pengungsian yang layak bagi warga terdampak.
“Masyarakat menerima musibah seperti itu, kan itu satu hal yang tidak dimintakan oleh mereka. Tanggung jawab kita sebagai pemerintah adalah memikirkan mereka,” lanjutnya.
Tak sampai di situ, mantan Ketua DPRD Provinsi Gorontalo ini juga menyentil kinerja para camat dan lurah. Ia meminta para pemangku wilayah tersebut tidak hanya bangga dengan jabatan yang melekat, tetapi harus lebih peka, simpatik, dan aktif turun langsung ke lapangan.
Ia berharap, ke depan koordinasi penanganan bencana bisa berjalan lebih taktis dan responsif tanpa harus menunggu instruksi langsung dari kepala daerah. Menurutnya, di tengah situasi darurat musim penghujan seperti saat ini, hak masyarakat untuk mendapatkan perlindungan dari pemerintah adalah hal yang mutlak.












