READ.ID – Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XII Tingkat Kabupaten Pohuwato resmi dibuka oleh Wakil Bupati Pohuwato, Iwan S. Adam, di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pohuwato, Kamis (11/06/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “Mewujudkan Generasi Qurani yang Siap Mengamalkan Isi Kandungan Al-Qur’an” itu dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), di antaranya perwakilan Kodim 1313 Pohuwato, Polres Pohuwato, dan Kejaksaan Negeri Pohuwato. Turut hadir Penjabat Sekretaris Daerah Pohuwato, Achmad Jusuf Djuuna, pimpinan OPD, Ketua Baznas Pohuwato Muhamad Ruzali Hunowu, Kepala Kantor Kementerian Agama Pohuwato Rais Abaidata, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Yunus M. Nuwa, Ketua TP-PKK Pohuwato Selfi Mbuinga Monoarfa, Ketua Bidang Pembinaan Karakter Keluarga Ny. Risnawati Adam Ali, para camat, serta peserta dan official dari seluruh kecamatan.
Mengawali sambutannya, Wakil Bupati Iwan Adam menyampaikan permohonan maaf dari Bupati Pohuwato, Saipul A. Mbuinga, yang tidak dapat menghadiri pembukaan MTQ karena sedang menjalankan agenda kedinasan lainnya. Meski demikian, Bupati menitipkan salam hormat kepada seluruh peserta, panitia, dan tamu undangan serta berharap pelaksanaan MTQ berlangsung lancar dan sukses hingga penutupan.
Dalam sambutannya, Iwan menegaskan bahwa MTQ bukan sekadar ajang perlombaan membaca Al-Qur’an, melainkan bagian dari upaya membumikan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan bermasyarakat.
“Melalui MTQ ini kita tidak hanya berlomba memperdengarkan bacaan Al-Qur’an yang indah, tetapi juga belajar memahami, menghayati, dan mengamalkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Inilah tujuan utama penyelenggaraan MTQ, yakni melahirkan generasi Qurani yang menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam berpikir, bersikap, dan bertindak,” ujar Iwan.
Menurutnya, Al-Qur’an merupakan sumber petunjuk dan cahaya bagi umat manusia. Karena itu, nilai-nilai yang terkandung di dalamnya harus menjadi landasan dalam membangun keluarga, masyarakat, dan daerah yang religius, berkarakter, serta berakhlak mulia.
Wakil Bupati juga mengajak seluruh peserta menjadikan MTQ sebagai momentum untuk meningkatkan kualitas diri sekaligus memperkuat kecintaan terhadap Al-Qur’an.
“Menang atau kalah bukanlah tujuan utama. Yang lebih penting adalah bagaimana kegiatan ini mampu menumbuhkan semangat untuk terus belajar Al-Qur’an, menghafalnya, memahami maknanya, dan mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Saya berharap dari MTQ ini akan lahir qari, qariah, hafiz, hafizah, mufasir, serta generasi muda terbaik yang mampu mengharumkan nama Kabupaten Pohuwato di tingkat provinsi maupun nasional,” tambahnya.
Pada kesempatan tersebut, Iwan Adam juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah mempersiapkan diri dengan sungguh-sungguh untuk mengikuti berbagai cabang lomba. Ucapan terima kasih turut disampaikan kepada LPTQ, panitia penyelenggara, dewan hakim, para camat, serta official dari 13 kafilah kecamatan yang telah berkontribusi dalam menyukseskan pelaksanaan MTQ XII Tingkat Kabupaten Pohuwato.
Sebagai bentuk motivasi dan penghargaan atas prestasi peserta, Pemerintah Kabupaten Pohuwato akan memberikan bonus sebesar Rp1 juta kepada juara pertama pada masing-masing cabang lomba.
Sementara itu, Ketua Panitia MTQ XII Tingkat Kabupaten Pohuwato, Zulkifli Umar, dalam laporannya menjelaskan bahwa kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan pemahaman, penghayatan, dan pengamalan Al-Qur’an di tengah masyarakat, sekaligus menjaring qari-qariah dan hafiz-hafizah terbaik yang akan mewakili Kabupaten Pohuwato pada MTQ Tingkat Provinsi Gorontalo di Kota Gorontalo.
MTQ XII Tingkat Kabupaten Pohuwato dijadwalkan berlangsung selama lima hari, mulai 11 hingga 15 Juni 2026. Sebanyak 81 peserta dari 13 kecamatan akan berkompetisi pada delapan cabang lomba, yaitu Tilawah Al-Qur’an, Qira’at Al-Qur’an, Hifzil Al-Qur’an, Tafsir Al-Qur’an, Fahmil Qur’an, Syarhil Qur’an, Seni Kaligrafi Al-Qur’an, serta Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an.
Melalui pelaksanaan MTQ ini, Pemerintah Kabupaten Pohuwato berharap lahir generasi Qurani yang tidak hanya unggul dalam kemampuan membaca dan memahami Al-Qur’an, tetapi juga mampu mengimplementasikan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari demi mewujudkan masyarakat yang religius, cerdas, dan berakhlak mulia.












