Diskominfo Kotamobagu Peringatkan Modus Baru Penipuan Digital Lewat Undangan Palsu

Diskominfo Kotamobagu Peringatkan Modus Baru Penipuan Digital Lewat Undangan Palsu
Diskominfo Kotamobagu Peringatkan Modus Baru Penipuan Digital Lewat Undangan Palsu (Foto: Udi)
IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia

READ.ID – Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Kotamobagu mengeluarkan imbauan resmi kepada seluruh ASN dan pejabat di lingkungan pemerintah daerah terkait maraknya penyebaran undangan daring palsu melalui aplikasi WhatsApp.

Pesan tersebut diduga mengandung malware berbahaya yang dapat meretas perangkat dan mencuri data pribadi pengguna. Modus ini dinilai menyasar ASN dan pejabat pemerintahan karena aktivitas kedinasan mereka kerap melibatkan pengiriman undangan resmi secara digital.

Diskominfo mengungkapkan bahwa undangan palsu biasanya dikirim melalui nomor tidak dikenal atau akun WhatsApp yang telah diretas. Isi pesannya dibuat menyerupai undangan resmi, mulai dari rapat koordinasi, kegiatan dinas, bimbingan teknis, hingga undangan pernikahan.

File yang dikirim umumnya berbentuk aplikasi berformat .APK atau tautan mencurigakan. Jika diunduh dan dipasang, aplikasi tersebut berpotensi mengakses data sensitif tanpa sepengetahuan pengguna.

Dalam keterangannya, Diskominfo menegaskan bahwa malware tersebut dapat mencuri daftar kontak, mengakses SMS, mengambil alih akun WhatsApp, bahkan membaca kode OTP perbankan.

Beberapa ciri pesan mencurigakan yang perlu diwaspadai antara lain file berformat .APK, narasi yang terlalu meyakinkan dengan mencantumkan nama kegiatan pemerintahan, serta permintaan izin akses yang tidak wajar seperti akses ke kontak, SMS, atau penyimpanan perangkat.

Apabila terlanjur mengunduh atau memasang aplikasi mencurigakan, masyarakat disarankan segera menghapus aplikasi tersebut, mengganti kata sandi akun penting, melakukan pemindaian perangkat menggunakan antivirus, serta melaporkan kejadian kepada tim IT atau admin jaringan instansi masing-masing.

Pemerintah Kota Kotamobagu menegaskan bahwa keamanan informasi dan perlindungan data digital merupakan tanggung jawab bersama. Seluruh ASN diminta tetap tenang, tidak panik, namun meningkatkan kewaspadaan dan tidak meneruskan pesan mencurigakan agar penyebarannya tidak semakin luas.

Baca berita kami lainnya di

banner 468x60