READ.ID – Pemerintah Desa Tinelo, Kecamatan Tilango, resmi menerima kehadiran mahasiswa KKN Tematik Tahap II dari Universitas Gorontalo (UNG) (12/7).
Dalam sambutannya, Kepala Desa Tinelo, Melis H. Ali, menekankan bahwa kehadiran mahasiswa bukan sekadar pemenuhan beban akademik, melainkan tantangan untuk memberikan kontribusi nyata di tengah masyarakat.
Tahun ini, fokus kolaborasi antara desa dan mahasiswa diarahkan pada penguatan digitalisasi dan penanganan isu krusial di desa, salah satunya pengelolaan sampah.
Masalah pembuangan sampah sembarangan masih menjadi pekerjaan rumah yang cukup berat bagi pemerintah desa, dan diharapkan ide-ide segar dari mahasiswa dapat menjadi titik terang solusi yang inovatif.
Kepala Desa Tinelo, Melisa Ali, menyampaikan pesannya agar para mahasiswa dapat segera beradaptasi dengan karakteristik warga, menjaga nama baik almamater, serta berkoordinasi aktif dengan perangkat desa dan masyarakat setempat.
”KKN ini adalah kesempatan belajar bagi kalian, namun juga peluang bagi desa untuk mendapatkan manfaat nyata. Laksanakan program kerja dengan penuh tanggung jawab, jangan hanya sekadar menggugurkan kewajiban akademik,” tegas Melis.
Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Zainundin Sidik menegaskan bahwa mahasiswa diharapkan mampu menjadi jembatan bagi warga desa dalam menghadapi tantangan era digital, sekaligus mampu membaca potensi sosial-ekonomi yang ada.
Kehadiran para mahasiswa ini diharapkan dapat menjadi pengalaman berharga, serta menjadi momentum bagi desa untuk mempercepat transformasi di berbagai sektor.
Dengan kolaborasi yang terjalin, masyarakat Desa Tinelo menanti langkah inovatif mahasiswa KKN UNG dalam membawa perubahan positif selama masa pengabdian berlangsung.
READ.ID – Pemerintah Desa Tinelo, Kecamatan Tilango, resmi menerima kehadiran mahasiswa KKN Tematik Tahap II dari Universitas Gorontalo (UNG) (12/7).
Dalam sambutannya, Kepala Desa Tinelo, Melis H. Ali, menekankan bahwa kehadiran mahasiswa bukan sekadar pemenuhan beban akademik, melainkan tantangan untuk memberikan kontribusi nyata di tengah masyarakat.
Tahun ini, fokus kolaborasi antara desa dan mahasiswa diarahkan pada penguatan digitalisasi dan penanganan isu krusial di desa, salah satunya pengelolaan sampah.
Masalah pembuangan sampah sembarangan masih menjadi pekerjaan rumah yang cukup berat bagi pemerintah desa, dan diharapkan ide-ide segar dari mahasiswa dapat menjadi titik terang solusi yang inovatif.
Kepala Desa Tinelo, Melisa Ali, menyampaikan pesannya agar para mahasiswa dapat segera beradaptasi dengan karakteristik warga, menjaga nama baik almamater, serta berkoordinasi aktif dengan perangkat desa dan masyarakat setempat.
”KKN ini adalah kesempatan belajar bagi kalian, namun juga peluang bagi desa untuk mendapatkan manfaat nyata. Laksanakan program kerja dengan penuh tanggung jawab, jangan hanya sekadar menggugurkan kewajiban akademik,” tegas Melis.
Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Zainundin Sidik menegaskan bahwa mahasiswa diharapkan mampu menjadi jembatan bagi warga desa dalam menghadapi tantangan era digital, sekaligus mampu membaca potensi sosial-ekonomi yang ada.
Kehadiran para mahasiswa ini diharapkan dapat menjadi pengalaman berharga, serta menjadi momentum bagi desa untuk mempercepat transformasi di berbagai sektor.
Dengan kolaborasi yang terjalin, masyarakat Desa Tinelo menanti langkah inovatif mahasiswa KKN UNG dalam membawa perubahan positif selama masa pengabdian berlangsung.












