READ.ID – Komitmen Pemerintah Kota Kotamobagu dalam memerangi stunting terus diperluas hingga menyasar generasi muda sebagai garda terdepan perubahan. Melalui Tim Penggerak PKK, pendekatan yang dibangun tidak lagi sekadar normatif di level kebijakan, tetapi mulai menanamkan kesadaran sejak usia remaja.
Langkah konkret itu terlihat saat Ketua TP-PKK Kotamobagu, Ny. Rindah Gaib Mokoginta, bersama Wakil Ketua Ny. Resty Mangkat Somba dan jajaran Pokja IV, turun langsung ke Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Manado, Kamis (23/04/2026). Kehadiran mereka bukan sekadar simbolis, melainkan bentuk dukungan nyata terhadap dua utusan daerah dalam ajang Pemilihan Duta Remaja Cegah Stunting tingkat Provinsi Sulawesi Utara.
Dua nama yang kini memikul ekspektasi daerah adalah Chrismart Imanuel Jourdan Palenewen dan Megrisa Hidayat Lesena. Keduanya merupakan representasi terbaik hasil seleksi tingkat kota, sekaligus wajah dari upaya regenerasi agen perubahan dalam isu kesehatan masyarakat.
Ny. Rindah menegaskan, keterlibatan TP-PKK dalam ajang ini adalah bagian dari strategi jangka panjang untuk memutus rantai stunting dari hulu. Remaja, menurutnya, memiliki posisi strategis dalam membentuk pola pikir, perilaku, hingga keputusan hidup yang berdampak langsung pada kualitas generasi berikutnya.
“Kehadiran kami untuk memastikan mereka tidak berjalan sendiri. Ini adalah investasi jangka panjang. Kami ingin remaja Kotamobagu tampil bukan hanya percaya diri, tetapi juga membawa misi perubahan,” tegasnya.
Optimisme juga disuarakan menjelang Grand Final, di mana TP-PKK berharap dukungan masyarakat menjadi energi tambahan bagi para peserta. Dalam konteks kekinian, dukungan publik tak lagi terbatas secara fisik, tetapi juga terukur melalui interaksi digital.
Ny. Resty Mangkat Somba secara khusus mendorong partisipasi masyarakat melalui media sosial sebagai bentuk dukungan konkret. Ia menilai, eksistensi digital kini menjadi variabel penting dalam membangun pengaruh dan memperluas jangkauan kampanye kesehatan.
“Dukungan masyarakat sangat menentukan. Mari berikan semangat melalui platform digital. Setiap like, komentar, dan share adalah bentuk kontribusi nyata,” ujarnya.
Ajang Pemilihan Duta Remaja Cegah Stunting sendiri merupakan program strategis TP-PKK Provinsi Sulawesi Utara yang dirancang untuk mencetak komunikator muda di bidang kesehatan. Para finalis diharapkan tidak hanya tampil secara visual, tetapi mampu menguasai substansi isu seperti pemenuhan gizi, pola hidup sehat, serta pencegahan pernikahan dini.
Dengan pendampingan intensif dari Pokja IV PKK Kotamobagu, Chris dan Mega diproyeksikan tidak sekadar menjadi peserta kompetisi, melainkan agen perubahan yang mampu membawa dampak nyata saat kembali ke daerah.






