Kriminalitas Gorontalo Meningkat ?

Ilustrasi Panah Wayer (bagas/60dtk)

READ.ID – Dalam kurun waktu beberapa bulan terakhir, berbagai kasus kriminal terus terjadi di Kota Gorontalo, mulai dari aksi pembacokan, kasus Panah Wayer, dan tidak terkecuali aksi pencurian.
Kamis (27/6/2019) pukul 04.00 wita, warga di seputaran Taman Kota Gorontalo, Kelurahan Limba U III, Kecamatan Kota Tengah, Kota Gorontalo dibuat heboh menyusul peristiwa berdarah yang terjadi di Taman Kota Gorontalo.
Jamaludin Lamaka, pemuda asal Desa Kalaka, Kecamatan Bunta, Kabupaten Banggai, Provinsi Sulawesi Tengah ditemukan dalam kondisi mandi darah.
Jumat 28/6/2019) Hanya berselang sehari, setelah pembacokan di Taman Kota Gorontalo, penganiayaan menggunakan senjata tajam kembali terjadi di Kota Gorontalo.
Sugiarto Pembengo, remaja 16 tahun yang tinggal di Kelurahan Ipilo, Kecamatan Kota Timur, Kota Gorontalo harus dilarikan ke Rumah Sakit Aloei Saboe (RSAS) Kota Gorontalo.
Di dada kiri siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) itu menancap panah wayer. Belum diketahui identitas pelaku yang melecutkan panah wayer terhadap Sugiarto.
Sejauh ini baru diketahui pelaku berjumlah dua orang dan mengendarai sepeda motor saat kejadian.
Dikutip dari 60dtk.com terkait peristiwa Panah Wayer, pihak Reskrim Polres Gorontalo Kota menjelaskan hingga saat ini pelaku penembakan masih sementara dalam proses penyelidikan oleh pihak kepolisian.
“Tidak mau lepas tanggung jawab kami sebagai pengayom masyarakat, kami akan berusaha selalu memberikan suasana yang nyaman bagi masyarakat,” jelas Kasat Reskrim Polres Gorontalo Kota AKP. Deni Muhtamar.
Tidak hanya itu, ia juga meminta kepada masyarakat agar tetap tenang dan selalu menjaga situasi agar tetap aman dan kondusif.
Sebelumnya, Minggu (18/11/2018), kasus Panah Wayer pernah menimpa salah seorang anggota Unit Satlantas Gorontalo Kota Briptu Nadeak yang diteror panah wayer dari orang yang tak di kenal saat berada di Kantor Unit Satlantas Gorontalo Kota.
Kejadian ini sempat menghebohkan masyarakat dan anggota kepolisian yang saat itu berada di halaman Unit Satlantas Gorontalo Kota.
Dikutip dari salah satu media online di Gorontalo, Arah Panah wayer yang datang dari orang tak di kenal tiba-tiba melayang di halaman Unit Satlantas Gorontalo Kota. Briptu Nadeak yang saat itu lagi istirahat setelah selesai melakukan Oprasi lalu lintas, sempat kaget dengan kejadian tersebut.
Senin (4/2/2019), Mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) milik Bank Mandiri yang terletak di kawasan kampus Universitas Negeri Gorontalo berhasil dibobol.
Pembobolan dilakukan dengan cara merusak mesin ATM tersebut.
Untuk melancarkan aksi, pembobol diduga telah mematikan daya listrik di mesin ATM itu. Pembobol berhasil mengasak sejumlah uang dalam pecahan Rp. 50.000.
Berbagai aksi kriminal tersebut, tentu mengundang perhatian publik. Publik pun kini menunggu apa sikap dan langkah pemerintah terutama penegak hukum untuk mengungkap dibalik aksi kriminal tersebut.
Banyak hal diduga menjadi pemicu aksi kriminal di Gorontalo, namun banyak dijumpai berbagai aksi kriminal tersebut terjadi akibat kebiasaan mengkonsumsi minuman keras.

Baca berita kami lainnya di

Exit mobile version