READ.ID — Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan komitmennya untuk membawa Indonesia keluar dari bayang-bayang ketergantungan impor.
Di hadapan ribuan petani dan nelayan dalam agenda Pekan Nasional (Penas) XVII 2026 yang digelar di Kabupaten Gorontalo, Presiden menyatakan bahwa paradigma lama yang selalu mengandalkan impor pangan dan energi karena alasan efisiensi negara lain adalah sebuah kekeliruan besar yang harus segera diakhiri demi kedaulatan bangsa.
Sambil membakar semangat para peserta yang hadir, Presiden Prabowo mengingatkan kembali bagaimana situasi kritis dunia saat pandemi Covid-19 dan ketegangan geopolitik global saat ini menjadi bukti nyata pentingnya kemandirian nasional.
Beliau menegaskan bahwa perlindungan terhadap petani lokal adalah harga mati yang tidak bisa ditawar dengan alasan kepraktisan ekonomi semata.
“Saya kira ini pemikiran yang sesat. Dan saya tetap berpendirian seperti itu, dan sekarang sejarah membuktikan bahwa pendirian saya itu yang benar,” ujar Presiden dengan nada bicara yang tegas dan menggelegar.
Salah satu kejutan besar yang disampaikan Kepala Negara dalam forum strategis ini adalah rencana peluncuran bahan bakar berbasis kelapa sawit yang kian progresif, yakni B50, pada bulan Juli 2026 ini.
Langkah berani ini diklaim akan menjadi motor penggerak utama dalam memangkas volume impor solar secara signifikan, sekaligus memperkuat posisi Indonesia di tengah ketidakpastian jalur perdagangan internasional akibat konflik global.
Presiden Prabowo juga mematok target ambisius bahwa dalam beberapa tahun ke depan, Indonesia tidak akan lagi membeli bahan bakar minyak (BBM) dari luar negeri. Beliau optimistis kekayaan alam nusantara mampu mencukupi kebutuhan domestik secara mandiri.
“Saya perkiraaan 3 tahun lagi, maksimum 4 tahun lagi, kita akan swasembada energi. Kita tidak mau impor apa pun untuk BBM kita, untuk energi kita, Saudara-saudara sekalian,” ucapnya optimis, disambut riuh tepuk tangan para petani dan nelayan.
Di akhir pidatonya, Presiden menyampaikan apresiasi terdalam serta rasa terima kasih atas kerja keras seluruh produsen pangan yang menjadi garda terdepan perekonomian nasional. Beliau memastikan bahwa pemerintahannya akan terus bekerja tanpa kenal lelah, siang dan malam, demi memastikan kekayaan serta ruang anggaran negara tetap terjaga dari eksploitasi pihak asing.
“Saudara-saudara sesungguhnya adalah tulang punggung Republik ini… kita terus kerja siang-malam mencari jalan yang terbaik supaya uang rakyat bisa kita jaga… supaya kita menjadi tuan di rumah kita sendiri,” pungkasnya menutup pidato penuh semangat tersebut.












