READ.ID — Pemerintah Kota Kotamobagu, Sulawesi Utara, terus mempercepat pembangunan infrastruktur yang mendukung aktivitas ekonomi masyarakat. Salah satunya melalui rehabilitasi Drainase Pasar 23 Maret yang selama ini menjadi salah satu persoalan bagi pedagang dan pengunjung, terutama ketika hujan maupun saat musim kemarau.
Proyek yang dikerjakan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Kotamobagu tersebut memiliki nilai anggaran Rp485.617.075. Rehabilitasi dilaksanakan berdasarkan Kontrak Nomor 05/KONTRAK/PUPR-KK/PPK/CK.1/D-23MARET/VII/2026 dan mulai dikerjakan sejak 1 Juli 2026 sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas infrastruktur dasar di kawasan perdagangan.
Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Kota Kotamobagu, Wina Wirawan Mala, S.T., mengatakan pekerjaan tersebut masih berjalan sesuai jadwal dengan progres mencapai 21 persen. “Progres di lapangan sudah masuk 21 persen. Proses pemasangan sudah hampir selesai, tinggal pekerjaan plesteran dan pemasangan plat decker,” ujar Mala saat dikonfirmasi, Kamis (27/8/2026).
Menurutnya, rehabilitasi dilakukan karena kondisi saluran drainase lama sudah tidak memadai. Saat hujan, saluran kerap tersumbat sehingga air meluap dan mengganggu aktivitas perdagangan, sedangkan pada musim kemarau muncul persoalan bau tidak sedap dari saluran yang berdampak pada kenyamanan pedagang maupun pengunjung pasar.
Melalui pembangunan saluran yang lebih memadai dan dilengkapi plat decker, Pemerintah Kota Kotamobagu berharap persoalan genangan dan sanitasi di kawasan Pasar 23 Maret dapat diminimalkan. Di bawah kepemimpinan Wali Kota dr. Weny Gaib, Sp.M., dan Wakil Wali Kota Rendy Virgiawan Mangkat, S.H., M.H., pembangunan tersebut diharapkan selesai tepat waktu dan sesuai standar mutu, sekaligus mendukung terciptanya kawasan pasar yang lebih bersih, sehat, nyaman dan mampu menunjang aktivitas ekonomi masyarakat.***



