Tembus 13 Juta Dolar AS, PT Gorontalo Minerals Proyeksikan Kontribusi Maksimal di 2029

IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia

READ.ID — PT. Minerals memaparkan proyeksi kontribusi kepada negara dan pemerintah yang sangat signifikan, dengan total penerimaan pajak dan non-pajak yang diproyeksikan mencapai lebih dari 13 juta dolar AS pada puncak operasi produksi di tahun 2029 dan 2030.

Data ini disampaikan oleh Manager PT. Gorontalo Mineral, , dalam Rapat Realisasi Investasi PT. Gorontalo Minerals di Ruang Huyula, Kantor , pada Selasa, 5 Mei 2026, yang dihadiri Gubernur dan Bupati Bone Bolango Ismet Mile. Paparan ini menjadi landasan faktual bagi optimisme pemerintah daerah terhadap potensi investasi ini.

Rincian proyeksi kontribusi keuangan yang dipaparkan Didik mencakup dua kelompok besar: pajak (taxes) dan non-pajak. Pada 2026 — fase konstruksi intensif — total kontribusi diproyeksikan sebesar 4,84 juta dolar AS, sebagian besar dalam bentuk PPN masukan (VAT-in) senilai 4,23 juta dolar AS yang mencerminkan besarnya belanja konstruksi yang dilakukan perusahaan.

Memasuki 2027, saat produksi pertama dimulai, total kontribusi meningkat menjadi 4,97 juta dolar AS. Kemudian terjadi lompatan besar pada 2028 menjadi 9,01 juta dolar AS, dan terus mendaki ke angka tertinggi 13,29 juta dolar AS pada 2029 dan 13,37 juta dolar AS pada 2030.

“Angka-angka ini adalah gambaran nyata tentang berapa besar yang akan mengalir ke negara dari proyek ini. Kami ingin Bapak Gubernur dan Bapak Bupati memahami bahwa investasi ini benar-benar bernilai bagi keuangan daerah dan nasional,” ujar Didik.

Komponen royalti menjadi penanda paling langsung bagi penerimaan daerah dari sektor pertambangan. Dengan tarif royalti antara 7 hingga 16 persen, perusahaan memproyeksikan royalti akan mulai mengalir pada 2027 sebesar 570.873 dolar AS  seiring dengan dimulainya produksi komersial.

Angka ini kemudian melonjak tajam menjadi 4,91 juta dolar AS pada 2028, 8,75 juta dolar AS pada 2029, 8,09 juta dolar AS pada 2030, dan 6,61 juta dolar AS pada 2031. Selain royalti, komponen Deadrent sebesar 60.000 rupiah per hektar per tahun juga mengalir secara konsisten setiap tahun sebesar 337.847 dolar AS. Keseluruhan penerimaan non-pajak dari royalti dan deadrent ini adalah hak langsung negara dari pemanfaatan sumber daya alam yang dikelola oleh perusahaan.

Dari sisi pajak, komponen PPN masukan (VAT-in) mendominasi kontribusi fiskal dalam fase konstruksi dan awal produksi. Namun seiring dengan mulai mengalirnya pendapatan dari produksi, komponen PPN keluaran (VAT-out) juga mulai muncul sejak 2027 dan terus berkembang.

Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dibayarkan secara konsisten senilai 120.000 dolar AS per tahun sejak 2027. Pajak Badan (Corporate Tax) dengan tarif 22 persen mulai terhitung pada 2031 ketika operasi telah mencapai skala yang menghasilkan laba kena pajak. Pajak Pasal 23 atas jasa dan sewa pun mengalir setiap tahun, mencerminkan besarnya nilai transaksi antarperusahaan yang terjadi dalam ekosistem proyek ini.

“Kami berkomitmen membayar semua kewajiban pajak kami tepat waktu dan sesuai ketentuan. Tidak ada yang disembunyikan, tidak ada yang dikurangi. Ini adalah komitmen perusahaan kami kepada negara,” tegas Didik.

Dalam konteks yang lebih luas, kontribusi PT. Gorontalo Minerals terhadap perekonomian Gorontalo juga tecermin dari keterlibatan pelaku usaha lokal yang telah berjalan selama fase konstruksi.

Dari daftar 20 besar supplier lokal yang dipaparkan, terdapat nama-nama seperti tiga BUMDes (Bumdes Berkah, Bumdes Onato, dan Bumdes Otoginawa) yang berkontribusi sebagai pemasok kebutuhan pangan (food supplies), serta puluhan usaha kecil menengah di bidang transportasi, konstruksi bangunan, fabrication workshop, dan suku cadang.

Keterlibatan 42 persen supplier lokal dari sisi jumlah perusahaan ini menjadi bukti awal bahwa rantai ekonomi lokal mulai terbentuk di sekitar investasi besar ini.

Didik menambahkan bahwa dengan dimulainya operasi produksi pada 2027, dampak ekonomi berganda (multiplier effect) yang akan dirasakan masyarakat Gorontalo akan jauh lebih besar dibandingkan fase konstruksi.

Pengeluaran untuk gaji tenaga kerja lokal, pembelian bahan dan jasa dari vendor lokal, pajak yang mengisi kas daerah, serta royalti yang mengalir ke pemerintah — semuanya akan membentuk siklus ekonomi yang menggerakkan berbagai sektor di Gorontalo secara bersamaan.

“Gorontalo sedang berdiri di ambang babak baru. Ketika produksi dimulai, semua angka yang kami paparkan hari ini akan menjadi kenyataan yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat. Kami hanya perlu memastikan perjalanan ke sana berjalan tanpa hambatan yang berarti,” kata Didik di hadapan Gubernur Gusnar Ismail dan .

Menutup sesi kontribusi dalam paparannya, Didik menegaskan kembali komitmen perusahaan untuk mempercepat penyelesaian seluruh kewajiban administrasi pajak dan kontribusi daerah, sesuai dengan permintaan yang disampaikan pemerintah daerah dalam forum tersebut.

Ia juga membuka peluang bagi pemerintah daerah untuk membangun sistem monitoring terintegrasi atas seluruh aliran kewajiban fiskal perusahaan, sebagai bentuk transparansi yang akan memperkuat kepercayaan publik bahwa investasi PT. Gorontalo Minerals benar-benar memberikan manfaat nyata bagi Provinsi Gorontalo dan seluruh rakyatnya. 

Baca berita kami lainnya di

banner 468x60