READ.ID – Disiplin Aparatur Sipil Negara (ASN) kembali menjadi perhatian di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara. Hal tersebut ditegaskan Wakil Bupati Gorontalo Utara, Nurjanah Hasan Yusuf, saat memimpin Apel KORPRI Bulan Mei Tahun 2026 di halaman Kantor Bupati Gorontalo Utara, Senin 18/05/2026.
Dalam arahannya, Nurjanah menyoroti masih rendahnya tingkat kehadiran ASN dalam mengikuti apel maupun aktivitas kedinasan. Ia meminta seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk lebih serius melakukan pengawasan terhadap disiplin pegawai.
“Saya mengharapkan kepada semua OPD, daftar hadir tolong diperhatikan. Kalau memang tidak hadir dalam satu bulan, tolong diberi peringatan. Satu kali, dua kali, tiga kali peringatan, itu sudah tidak bisa lagi ditoleransi,” tegasnya.
Nurjanah mengaku prihatin melihat jumlah ASN yang hadir dalam apel tersebut terbilang sedikit. Menurutnya, salah satu penyebabnya karena masih banyak ASN yang memilih tinggal di luar daerah dibanding menetap di Gorontalo Utara.
Ia menilai, apabila ribuan ASN yang bertugas di Gorontalo Utara benar-benar tinggal dan menetap di daerah tersebut, maka dampaknya akan sangat besar terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya sektor usaha kecil dan jasa kos-kosan.
“Kalau ASN yang ada sekitar 4 ribu orang tinggal di Gorontalo Utara, daerah ini pasti maju. UMKM bergerak, rumah kos juga mendapatkan pemasukan karena bapak dan ibu tinggal di sini,” ujarnya.
Selain menyoroti disiplin ASN, Wakil Bupati juga menyinggung persoalan rumah dinas yang tidak ditempati oleh sejumlah kepala OPD. Ia meminta agar rumah dinas yang tidak digunakan segera diserahkan kembali agar dapat dimanfaatkan dan dirawat dengan baik.
“Kalau rumah dinas itu tidak ditempati, tolong kuncinya kasih ke saya. Banyak yang mau menempati dan memperbaiki rumah itu. Daripada rusak begitu saja, lebih baik dimanfaatkan,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, Nurjanah juga mengingatkan bahwa momentum Hari KORPRI bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan pengingat akan pentingnya pengabdian, profesionalisme, dan loyalitas ASN dalam melayani masyarakat.
Ia meminta seluruh ASN agar mengedepankan sikap ramah dan pelayanan yang humanis kepada masyarakat. Sebab, pemerintah daerah masih menerima sejumlah keluhan terkait perilaku aparatur yang dinilai kurang peduli terhadap masyarakat.
“Kita ini mengabdi untuk masyarakat, bukan untuk saya dan Pak Bupati. Jadi kalau melayani masyarakat harus dengan senyum dan sikap yang baik,” pungkasnya.












