READ.ID – Kolaborasi Bank Indonesia, Pemerintah Provinsi Gorontalo, Dekranasda Provinsi Gorontalo, dan berbagai mitra strategis melalui Hulonthalo Art and Craft Festival (HARFEST) dan Gorontalo Karnaval Karawo (GKK) 2026 diarahkan untuk mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Gorontalo naik kelas.
HARFEST–GKK 2026 akan digelar pada 11–13 September 2026. HARFEST tahun ini mengusung tema “Harmoni Kreativitas, Menyulam Warisan, Meningkatkan Daya Saing”, sedangkan GKK membawa tema “Ritme Hulondalo, Harmoni Warisan Gorontalo”.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Gorontalo, Bambang Satya Permana mengatakan, HARFEST menjadi ruang bagi UMKM untuk meningkatkan kualitas dan inovasi produk sekaligus memperluas akses pasar.
“Melalui HARFEST, kami ingin membuka ruang yang lebih luas agar UMKM dapat meningkatkan kualitas dan inovasi produk, bertemu dengan buyer besar dan konsumen ritel, memperoleh akses pembiayaan, memanfaatkan digitalisasi, serta membangun jejaring usaha yang berkelanjutan,” ujar Bambang.
Menurutnya, penguatan UMKM dalam HARFEST–GKK 2026 juga dilakukan melalui business matching. Fasilitasi penjualan ditargetkan mencapai Rp4,2 miliar melalui pertemuan UMKM dengan buyer, off-taker, aggregator, reseller, dan jaringan ritel.
Business matching tersebut tidak hanya menyasar buyer lokal, tetapi juga diarahkan untuk membuka peluang pasar ekspor.
Selain itu, business matching pembiayaan ditargetkan mencapai Rp550 juta melalui sinergi dengan perbankan dan lembaga pembiayaan.
Penguatan ekosistem UMKM juga dilakukan melalui perluasan akseptasi pembayaran digital dengan penggunaan QRIS di area kegiatan. Langkah ini diharapkan membuat transaksi selama festival menjadi lebih mudah, cepat, dan inklusif.
HARFEST–GKK 2026 turut menghadirkan berbagai agenda, mulai dari festival kuliner, pameran UMKM, seminar dan talkshow, showcase Karawo, pameran olahan kopi, hingga Karawo fashion show.
Rangkaian kegiatan tersebut juga dilengkapi dengan berbagai kompetisi kreatif dan ditutup dengan hiburan dari penyanyi nasional Yura Yunita.
Bambang mengatakan, Bank Indonesia juga terus mendukung pengembangan Karawo sejak 2010 melalui peningkatan kualitas, desain, dan perluasan akses pasar.
Inovasi Karawo turut dikembangkan melalui perpaduan dengan eco-printing serta pengembangan TENUKALA—Tenun, Karawo dan Leaf Arts yang berhasil masuk Top-20 Impactful Program Citra Nusa.
Dukungan juga diberikan terhadap UMKM kerajinan dan pangan berbasis komoditas unggulan Gorontalo, termasuk pengembangan kopi Liberika yang telah memperoleh predikat Specialty Coffee.
Kolaborasi dengan GKK dinilai semakin memperkuat upaya tersebut. GKK yang kembali masuk dalam Kharisma Event Nusantara (KEN) menjadi ruang strategis untuk memperkuat Karawo sebagai identitas Gorontalo di tingkat nasional sekaligus meningkatkan eksposur pariwisata daerah.
Melalui rangkaian festival dan karnaval tersebut, peningkatan kunjungan diharapkan dapat terhubung dengan aktivitas ekonomi masyarakat sehingga turut memberikan nilai tambah bagi UMKM, pelaku ekonomi kreatif, dan sektor pariwisata Gorontalo.











