READ.ID – Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, resmi menginjakkan kaki di Bumi Serambi Madinah hari ini untuk membuka Pekan Nasional (PENAS) XVII Petani Nelayan 2026.
Menggunakan pesawat kepresidenan, orang nomor dua di Indonesia tersebut mendarat di Bandara Djalaluddin Gorontalo tepat pukul 11.00 WITA.
Kedatangan Wapres disambut langsung oleh Penjabat Gubernur Gorontalo bersama unsur Forkopimda dan panitia pusat, menandai dimulainya momentum historis bagi Gorontalo sebagai episentrum pertemuan ribuan pelopor pangan nasional.
Sebelum menuju arena utama, Wapres Gibran dijadwalkan menjalani rangkaian agenda yang padat dan menyentuh berbagai lini. Tepat pukul 11.40 WITA, Wapres dijadwalkan menunaikan ibadah Salat Jumat berjamaah di Masjid Al-Falah, Kelurahan Hutuo, Kabupaten Gorontalo. Langkah formal kemudian berlanjut pada pukul 12.40 WITA melalui agenda makan siang strategis bersama perwakilan aparatur desa, yang menghadirkan 20 kepala desa dari Kabupaten Gorontalo dan 10 kepala desa dari Kabupaten Bone Bolango guna menyerap aspirasi arus bawah.
Sektor infrastruktur juga menjadi atensi khusus dalam kunjungan kerja ini. Pada pukul 13.55 WITA, Wapres dijadwalkan bertolak meninjau langsung progres pembangunan Bendungan Bulango Ulu.
Peninjauan megaproyek strategis nasional (PSN) ini menegaskan komitmen pemerintah pusat dalam memperkuat ketahanan air dan mendukung keberlanjutan sektor agraris di wilayah Provinsi Gorontalo.
Usai merampungkan peninjauan infrastruktur, Wapres Gibran akan langsung bergerak menuju lokasi utama untuk membuka secara resmi helatan PENAS XVII yang berlangsung pada 20–25 Juni 2026. Ajang akbar ini menjadi ruang konsolidasi strategis bagi petani, nelayan, penyuluh, hingga pelaku usaha agribisnis dari seluruh penjuru nusantara.
Fokus utamanya adalah merumuskan percepatan modernisasi pertanian, perikanan, serta memperkokoh kedaulatan pangan nasional di tengah tantangan global.
Guna memastikan kesuksesan agenda berskala nasional ini, Pemerintah Provinsi Gorontalo bersama panitia pelaksana telah mematangkan seluruh aspek operasional, mulai dari manajemen transportasi, kesiapan akomodasi, hingga rigiditas sistem pengamanan. Lebih dari sekadar forum agrobisnis, momentum PENAS XVII ini dioptimalkan penuh oleh pemerintah daerah sebagai panggung utama untuk mempromosikan potensi unggulan Gorontalo di sektor pertanian, kelautan, hingga pariwisata ke tingkat nasional.












