READ.ID – Aktivitas warga pada malam hari di Desa Sia, Kecamatan Kotamobagu Utara, kini semakin aman dan nyaman. Pemerintah desa menambah 10 titik lampu jalan melalui anggaran APBDes 2026 dengan total Rp125 juta. Program ini diharapkan mampu meningkatkan rasa aman sekaligus memudahkan mobilitas masyarakat, terutama di kawasan permukiman yang sebelumnya minim penerangan.
Sangadi Sia, Danly Sistrodikromo, Jumat (24/7/2026), mengatakan semula pemerintah desa mengusulkan pembangunan 20 titik lampu jalan. Namun, akibat kebijakan efisiensi anggaran, hanya 10 titik yang dapat direalisasikan.
Dari 10 titik tersebut, enam titik dipasang di Dusun I dan empat titik di Dusun II. Pembagian tersebut mempertimbangkan kebutuhan masyarakat, mengingat Dusun I merupakan wilayah dengan jumlah penduduk terbanyak di Desa Sia yang hanya terdiri atas dua dusun.
“Kalau tidak ada efisiensi, rencana awal ada 20 titik. Tetapi karena penyesuaian anggaran, tahun ini hanya 10 titik yang bisa direalisasikan,” ujar Danly.
Ia menjelaskan, masih ada sejumlah titik usulan di kedua dusun yang belum dapat dipenuhi akibat efisiensi anggaran.
“Namun kami tetap akan mengupayakan penambahan lampu jalan di wilayah yang belum tersentuh. Sisanya akan kami usulkan kembali dalam R-APBDes Tahun Anggaran 2027,” katanya.
Program penerangan jalan ini menggunakan APBDes, sehingga Desa Sia membangun sistem penerangan secara mandiri. Sementara untuk lampu penerangan di ruas jalan raya, pemerintah desa hanya melakukan pemeliharaan karena memang telah ada sebelumnya.
Pemerintah desa juga telah mengusulkan anggaran dalam APBDes Perubahan untuk mengganti mata lampu yang rusak agar seluruh titik penerangan tetap berfungsi dengan baik.
Saat ini, seluruh titik lampu jalan masih menggunakan jaringan listrik PLN dan dilengkapi sensor otomatis yang akan menyala pada malam hari serta padam pada pagi hari.
Untuk biaya operasional, sekitar 40 titik lampu yang menggunakan empat meteran listrik membutuhkan biaya sekitar Rp1 juta per bulan. Sementara 10 titik lampu baru yang menggunakan dua meteran diperkirakan menambah biaya sekitar Rp500 ribu per bulan.
Salah seorang warga Dusun I, Matius Simbong (50), mengaku kehadiran lampu jalan membawa perubahan nyata bagi masyarakat.
“Dulu kalau keluar malam hanya mengandalkan lampu senter. Sekarang jalan sudah lebih terang sehingga kami merasa lebih aman dan nyaman saat beraktivitas,” katanya.
Matius menambahkan, penerangan jalan juga sangat membantu warga yang masih beraktivitas hingga malam hari, termasuk anak-anak dan para orang tua yang melintas di jalan lingkungan.
“Kalau jalan sudah terang, kami sebagai warga tentu sangat bersyukur. Harapan kami, lampu-lampu ini tetap dijaga dan kalau bisa terus ditambah di titik-titik yang masih gelap,” ujarnya.




