Hadapi Darurat Kekeringan, Pemprov Gorontalo Bersiap Bangun Sumur Bor

IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia

READ.ID – Pemerintah Provinsi akan menyiapkan di sejumlah wilayah untuk mengatasi dampak kemarau panjang yang menyebabkan kekeringan.

Langkah tersebut menjadi bagian dari penetapan status yang disepakati dalam rapat Forkopimda di Restoran Angelato, Kota Gorontalo, Senin (31/8/2026).

Gubernur Gorontalo mengatakan, berdasarkan laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kondisi kekeringan diperkirakan masih berlangsung hingga pertengahan November 2026. Hujan yang turun pun diperkirakan hanya terjadi di sejumlah wilayah.

“Seluruh forkopimnda sudah bersepakat tadi bahwa Gorontali sudah memasuki tanggap darurat kekeringan. Dasarnya sudah ada tiga kabupaten dalam posisi siaga darurat, satu kabupaten sudah tanggap darurat dan itu memenuhi syarat untuk kita menetapkan Provinsi Gorontalo dalam keadaan tanggap darurat,” ujar Gusnar.

Menurut Gusnar, kondisi tersebut perlu diantisipasi bersama oleh seluruh unsur Forkopimda dan pemerintah daerah. Penanganan difokuskan pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, terutama ketersediaan air bersih.

Sementara itu, Kapolda Gorontalo Irjen Pol Widodo mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi kebakaran selama musim kemarau. Ia meminta masyarakat yang membakar sampah memastikan api benar-benar padam.

“Kalau terpaksa membakar sampah, harus ditunggu sampai betul-betul apinya mati. Sangat dilarang membuka lahan atau hutan dengan cara membakar karena ini kena unsur pidana dan akan dipidanakan,” tegas Widodo.

Widodo juga mengajak masyarakat menghemat penggunaan air karena ketersediaannya semakin terbatas. Ia mendorong pemerintah menyiapkan sumur bor sebagai sumber air cadangan selama kekeringan.

Pembangunan sumur bor di sejumlah wilayah akan turut diawasi Kejaksaan Tinggi Gorontalo. Balai Wilayah Sungai (BWS) juga telah menyiapkan anggaran untuk pembangunan sumur bor guna memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.

Lokasi pembangunan akan dikoordinasikan bersama pemerintah daerah dan para bupati dengan mempertimbangkan kebutuhan serta kondisi wilayah yang terdampak kekeringan.

Baca berita kami lainnya di

banner 468x60