READ.ID-Upaya pencegahan penyakit tidak menular (PTM) di tingkat desa mulai memanfaatkan teknologi digital. Hal itu dilakukan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang diselenggarakan tim Poltekkes Kemenkes Manado di Desa Pontodon Timur, Kecamatan Kotamobagu Utara, pada 4–6 Mei 2026.
Program tersebut membekali kader Posbindu dengan kemampuan menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk memetakan sebaran penyakit tidak menular, seperti hipertensi, diabetes, dan penyakit kronis lainnya.
Melalui sistem berbasis digital tersebut, kader tidak hanya mengumpulkan data kesehatan masyarakat, tetapi juga dapat mengidentifikasi wilayah yang memiliki risiko lebih tinggi sehingga upaya pencegahan dan penanganan dapat dilakukan secara lebih terarah.
Ketua tim pengabdian, Meildy E. Pascoal, mengatakan pemanfaatan teknologi menjadi salah satu langkah penting dalam memperkuat pelayanan kesehatan berbasis masyarakat.
Menurutnya, pemetaan digital membantu kader memahami kondisi kesehatan di wilayah kerja mereka secara lebih akurat sehingga dapat menjadi dasar dalam menyusun langkah-langkah pencegahan.
Selain pelatihan penggunaan SIG, peserta juga memperoleh edukasi mengenai deteksi dini penyakit tidak menular serta pentingnya menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.
Kepala Desa Pontodon Timur, Imelda Pasambuna, menilai program tersebut memberikan manfaat bagi kader kesehatan maupun pemerintah desa.
Ia berharap penerapan digitalisasi di bidang kesehatan dapat terus dikembangkan untuk mendukung upaya pencegahan penyakit sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat di tingkat desa.
Kegiatan itu melibatkan sejumlah akademisi dan tenaga ahli dari Poltekkes Kemenkes Manado serta diikuti kader Posbindu dan Posyandu Desa Pontodon Timur.




