READ.ID– Rencana pelaksanaan Pasar Ramadhan atau Pasar Senggol 2026 di Kota Kotamobagu hingga kini masih belum menemui kepastian. Hingga awal Februari, belum ada satu pun asosiasi atau pihak ketiga yang mengajukan permohonan resmi kepada pemerintah daerah.
Meski demikian, Pemerintah Kota Kotamobagu mulai menyusun berbagai skenario teknis sebagai langkah antisipasi apabila kegiatan tersebut nantinya tetap digelar.
Pembahasan itu dilakukan melalui rapat internal yang melibatkan sejumlah instansi, di antaranya Satpol PP, Dinas Perdagangan, dan Dinas Perhubungan.
Sejumlah aspek menjadi perhatian pemerintah, mulai dari penataan lapak pedagang, akses keluar-masuk pengunjung, pengaturan parkir, hingga kebersihan dan pengamanan lokasi.
Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Kotamobagu, Noval Manoppo, mengatakan pemerintah telah menetapkan kawasan eks Rumah Sakit Datoe Binangkang sebagai titik yang direkomendasikan untuk pelaksanaan Pasar Senggol.
Menurutnya, penetapan lokasi tersebut merupakan hasil kesepakatan lintas unsur dalam forum koordinasi pimpinan daerah.
“Kalau ada asosiasi yang mengajukan dan memenuhi syarat, tentu akan diproses. Tapi sampai sekarang belum ada,” ujar Noval, Rabu (4/2/2026).
Ia menegaskan, pemerintah hanya menyiapkan fasilitas lokasi, sementara seluruh operasional kegiatan menjadi tanggung jawab pihak penyelenggara.
Noval juga memberi sinyal bahwa pemerintah kemungkinan tidak akan menyetujui pelaksanaan Pasar Senggol di luar lokasi yang telah ditentukan.
Menurutnya, pemusatan kegiatan penting dilakukan untuk menjaga ketertiban, memudahkan pengawasan, serta mengurangi potensi gangguan terhadap aktivitas masyarakat.
Hal senada disampaikan Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Kotamobagu, Sahaya S. Mokoginta. Ia menekankan bahwa tanpa adanya pengajuan resmi dari pihak ketiga, Pasar Senggol dipastikan tidak akan digelar tahun ini.
Selain itu, kebijakan pemusatan lokasi di eks RS Datoe Binangkang juga dinilai penting untuk menjaga keseimbangan aktivitas ekonomi di pusat kota.
Pemerintah berharap, jika Pasar Senggol nantinya digelar, pelaksanaannya tetap tertib, tidak mengganggu arus lalu lintas, serta tetap memberi ruang bagi pedagang pasar tradisional dan pelaku usaha di pertokoan.












