READ.ID – Kabupaten Pohuwato kini tengah menghadapi tantangan serius di sektor kesehatan. Penyakit kusta dilaporkan mengalami peningkatan kasus yang signifikan hingga memicu penetapan status Kejadian Luar Biasa (KLB) di tingkat kecamatan.
Dikutip dari wartanesia.id Berdasarkan data yang dipaparkan dalam rapat Panitia Khusus (Pansus) LKPJ di DPRD Pohuwato, Selasa (14/4/2026), tercatat sebanyak 54 kasus kusta telah terdeteksi di wilayah tersebut.
Kepala Dinas Kesehatan Pohuwato, Fidi Mustafa, mengungkapkan bahwa sebaran kasus terbanyak berada di wilayah Wanggarasi. Kondisi ini membuat otoritas kesehatan segera mengambil langkah cepat dengan membentuk satuan tugas (satgas).
“Kasus kusta memang terpusat di Wanggarasi dan telah ditetapkan sebagai KLB kasus Kusta skala kecamatan. Kami sudah membentuk satgas untuk penanganan lebih lanjut,” ujar Fidi.
Ia menekankan bahwa meskipun menular, kusta adalah penyakit yang dapat disembuhkan total asalkan pasien disiplin menjalani pengobatan rutin tanpa terputus.
Lonjakan Kasus Melampaui Standar Prevalensi
Data dari Puskesmas Wanggarasi menunjukkan situasi yang cukup mengkhawatirkan. Dengan jumlah penduduk sekitar 3.888 jiwa, ditemukan 13 kasus pada tahun 2024.
Angka ini jauh melampaui standar ideal prevalensi kesehatan yang seharusnya hanya 1 kasus per 1.000 penduduk.
Kondisi semakin mendesak setelah ditemukan dua kasus kusta pada anak di pertengahan tahun 2025. Temuan ini memicu aksi screening massal di tiga desa terhadap lebih dari 600 warga. Hasilnya, ditemukan 22 kasus baru tambahan.
Kendala Pengobatan: Pasien Khawatir Efek Samping
Meski upaya penanganan terus dilakukan, tim medis di lapangan masih menghadapi kendala sosial. Dilaporkan terdapat sejumlah pasien yang menolak untuk menjalani pengobatan.
- Total Kasus: 54 Pasien.
- Temuan Baru: 22 Kasus hasil screening warga.
- Kendala: Kekhawatiran pasien terhadap reaksi atau efek samping selama proses terapi obat.
Pihak Puskesmas Wanggarasi telah melaporkan penolakan tersebut kepada satgas kecamatan agar dilakukan pendekatan persuasif.
Pemerintah daerah berharap masyarakat tidak takut untuk berobat, mengingat kusta memerlukan penanganan intens dan berkelanjutan demi mencegah cacat fisik yang lebih parah.











