PT Gorontalo Minerals Percepat Pembangunan Processing Plant di Motomboto

IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia

READ.ID — PT. Minerals menegaskan komitmennya untuk mencapai target produksi perdana pada akhir Juni 2027 dengan mempercepat seluruh tahapan pembangunan di kawasan Motomboto, Kabupaten Bone Bolango.

Penegasan tersebut disampaikan langsung oleh , , dalam rapat besar realisasi investasi bersama Pemerintah Provinsi Gorontalo pada Selasa, 5 Mei 2026, di Ruang Huyula, Kantor Gubernur Gorontalo.

Pertemuan itu dihadiri oleh Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail, Bupati Bone Bolango Ismet Mile, serta jajaran manajemen perusahaan.

Dalam paparannya, Didik menyampaikan bahwa realisasi investasi kuartal pertama 2026 telah menyentuh angka 30,3 persen dari total rencana tahunan, didominasi oleh kegiatan eksplorasi sebesar 42 persen, dengan realisasi pembangunan fisik senilai 187 ribu dolar AS.

Capaian ini menjadi sinyal positif bahwa roda konstruksi terus berputar sesuai jalur yang telah direncanakan. Project utama yang kini menjadi jantung dari seluruh rencana produksi adalah Project Motomboto 2000 TPD — sebuah fasilitas pengolahan bijih oksida berkapasitas 2.000 ton per hari yang menggunakan metode Heap Leach Process (HLP).

Didik memaparkan bahwa Project Motomboto 2000 TPD dirancang untuk memproses bijih oksida dan transisi yang berasal dari dua domain mineralisasi utama, yakni Motomboto North dan Motomboto East.Bijih oksida ini memiliki keunggulan dari sisi tantangan metalurgi dan lingkungan yang lebih ringan dibandingkan bijih sulfida, sehingga menjadi pilihan strategis sebagai komoditas pertama yang akan diproses ketika operasi produksi dimulai. Kawasan ini juga telah dilengkapi dengan infrastruktur jalan hauling sepanjang 33 kilometer yang menghubungkan area tambang dengan fasilitas pengolahan.

Pembangunan komponen-komponen utama Processing Plant, yakni Leach Pads, fasilitas Ore Preparation, ADR Plant, serta sistem kolam (Ponds), telah masuk dalam jadwal konstruksi aktif sejak pertengahan 2026 dan ditargetkan rampung seiring dengan kesiapan pengembangan tambang pada awal 2027. Seluruh komponen ini dibangun secara paralel untuk menghemat waktu dan memastikan tidak ada celah keterlambatan yang bisa menggeser target produksi.

“Seluruh komponen Processing Plant sedang dalam proses pembangunan secara bersamaan. Kami tidak bisa memundurkan satu pun tahapan karena semuanya saling bergantung. Target produksi Juni 2027 adalah garis finish yang sudah kami tetapkan dengan penuh perhitungan,” tegas Didik di hadapan Gubernur dan Bupati.

Rencana produksi yang dipaparkan Didik menunjukkan trajektori yang sangat ambisius. Pada tahun pertama produksi, 2027, perusahaan menargetkan penambangan ore sebesar 68.305 ton sebagai tahap pembukaan. Angka tersebut kemudian akan melonjak menjadi 366.097 ton pada 2028, lalu 370.856 ton pada 2029, dan mencapai puncaknya pada 2030 dengan 405.542 ton. Secara total, Project Motomboto ditargetkan menghasilkan 1.583.952 ton ore sepanjang masa operasinya hingga 2031, dengan total volume penambangan keseluruhan mencapai 18 juta ton material.

Untuk mendukung seluruh operasional ini, infrastruktur pendukung telah dan terus dibangun secara bertahap. Kompleks perkantoran Tombulilato, Camp Sungai Mak, laboratorium geologi, mess hall, masjid, fasilitas penyimpanan bahan bakar, serta jembatan-jembatan permanen yang menghubungkan jalur akses utama semuanya masuk dalam jadwal konstruksi yang terperinci.

“Kami membangun bukan hanya tambang, tetapi sebuah ekosistem operasional yang lengkap dan berkelanjutan. Setiap fasilitas yang kami bangun hari ini adalah investasi untuk memastikan operasi berjalan mulus saat produksi dimulai,” ujar Didik menjelaskan strategi konstruksi perusahaan kepada forum rapat.

Gubernur Gusnar Ismail menyambut paparan tersebut dengan menekankan bahwa target Juni 2027 harus dijaga dengan segala upaya dan tidak boleh bergeser. Sementara Bupati Bone Bolango Ismet Mile menyatakan kesiapan pemerintah kabupaten untuk mendukung penuh percepatan pembangunan, termasuk melalui pembentukan Satuan Tugas khusus yang akan menangani hambatan-hambatan lapangan secara cepat dan terkoordinasi. Ketiga pihak kemudian menandatangani dokumen komitmen bersama sebagai bukti keseriusan dalam mewujudkan target bersejarah yang akan menjadi tonggak dimulainya era pertambangan modern di Provinsi Gorontalo.

Baca berita kami lainnya di

banner 468x60