
READ.ID – Wali Kota Kotamobagu Weny Gaib bersama Ketua DPRD Kota Kotamobagu Adrianus Mokoginta, Wakil Ketua DPRD Ahmad Sabir, sejumlah anggota DPRD serta perwakilan Forkopimda Kota Kotamobagu, mendatangi SPBU Pontodon, Kecamatan Kotamobagu Utara, Selasa (8/9/2026) dini hari.
Kedatangan tersebut untuk menindaklanjuti laporan masyarakat terkait dugaan aktivitas pembelian BBM jenis solar dalam jumlah besar di SPBU tersebut.
Penggerebekan dilakukan sekitar pukul 02.00 WITA, usai Wali Kota bersama jajaran Forkopimda menghadiri Rapat Paripurna Persetujuan KUA Perubahan dan PPAS Perubahan APBD Kota Kotamobagu Tahun Anggaran 2026 di Gedung DPRD Kota Kotamobagu.
Di lokasi, rombongan menemukan sebuah dump truck yang memuat tangki rakitan berukuran besar. Tangki tersebut diduga digunakan untuk menampung BBM dan ditemukan dalam kondisi berisi solar yang diduga baru dibeli dari SPBU.
Selain itu, ditemukan pula ratusan jeriken berukuran 25 liter yang diduga digunakan sebagai wadah penampungan BBM.
Temuan tersebut membuat Wali Kota Weny Gaib terlihat geram. Terlebih, pemerintah daerah saat ini tengah berupaya mengurai persoalan antrean BBM yang terjadi di sejumlah SPBU di Kotamobagu.
Weny bahkan langsung mempertanyakan aktivitas pengisian solar dalam jumlah besar tersebut kepada operator SPBU. “Anda siapa? Kalian tahu BBM ini diperuntukkan bagi masyarakat?” tanya Wali Kota.
Menurut Weny, BBM yang disalurkan melalui SPBU harus dapat memenuhi kebutuhan masyarakat dan tidak boleh dimanfaatkan oleh pihak tertentu dengan cara yang berpotensi merugikan masyarakat.
Ia mengatakan, kedatangan bersama Forkopimda merupakan tindak lanjut atas laporan masyarakat yang menyebut adanya aktivitas pengambilan solar menggunakan kendaraan truk di SPBU Pontodon.
“Kami turun malam hari ini atas laporan masyarakat bahwa di sini di SPBU Pontodon sering ada pengambilan BBM oleh kendaraan truk dan sudah beberapa truk masuk keluar. Masyarakat minta kami untuk turun,” ujar Weny.
Ia menjelaskan, setelah rapat paripurna di DPRD, pihaknya bersama unsur legislatif, kepolisian dan TNI kemudian turun secara bersama-sama ke lokasi.
“Kebetulan tadi selesai rapat paripurna di DPRD dan bersama-sama secara kolektif eksekutif, legislatif, kepolisian dan TNI. Kami sebelumnya telah membentuk tim untuk menata pengelolaan BBM yang disalurkan ke masyarakat, dan tim ini yang bergerak turun,” katanya.
Menurut Weny, hasil pengecekan di lapangan menunjukkan adanya aktivitas pengambilan solar dalam jumlah besar sebagaimana dilaporkan masyarakat.
“Ternyata betul laporan masyarakat itu seperti yang kita lihat malam ini terjadi pengambilan BBM jenis solar dalam jumlah yang cukup besar,” ungkapnya.
Weny mengatakan, temuan tersebut selanjutnya akan dibahas bersama tim yang telah dibentuk pemerintah daerah.
Ia juga memastikan pihaknya akan berkoordinasi dengan Pertamina selaku pihak yang memasok BBM ke SPBU tersebut.
“Temuan ini akan kami bicarakan bersama tim dan akan segera kami laporkan ke pihak Pertamina,” ujarnya.
Terkait kemungkinan sanksi terhadap SPBU, Weny mengatakan pemerintah daerah akan membahasnya bersama pihak terkait dengan mengacu pada ketentuan yang berlaku.
“Sanksi untuk SPBU akan kami bicarakan seperti apa dan kami akan menghubungi Pertamina yang memasok kebutuhan di SPBU. Kami akan bicarakan sanksi sesuai peraturan yang berlaku,” pungkasnya.











