Gorontalo Ungguli Sulawesi Tenggara Dalam Hal Indeks Daya Saing Ekonomi

Foto : Humas Provinsi Gorontalo

READ.ID, – National Support for Local Investment Climates (NSLIC) merilis hasil survei tentang daya saing ekonomi Provinsi Gorontalo dan Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra). Komparasi dua daerah itu sengaja dipilih karena menjadi fokus proyek pengembangan ekonomi dan investasi yang dibiayai oleh Kanada itu.

Hal tersebut diungkapkan dalam pemaparan yang dilakukan oleh tim penelitin NSLIC bertempat di Ballroom Hotel Sheraton, Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis (11/7). Dari tujuh indikator utama yang diteliti, Gorontalo hanya memiliki satu poin yang lebih rendah.

Indeks daya saing daerah berada pada 5,35 poin jika dibanding dengan Sultra sebesar 4,96. Kinerja ekonomi Gorontalo 5,40 dibanding Sultra 4,25. Gorontalo hanya kalah dalam hal persepsi iklim bisnis yakni 6,05 dibanding dengan 6,29 milik Sultra.

Selanjutnya ada indeks kinerja investasi yakni 5,02 berbanding 4,68, kinerja pemerintah 5,80 berbanding 4,66, infrastruktur 4,46 berbanding 4,35 serta dinamika bisnis 5,37 berbanding 5,50.

“Meskipun Sulawesi Tenggara daerah yang relatif lebih tua tapi ternyata beberapa poin Gorontalo lebih baik. Misalnya dalam dinamika bisnis, usaha-usaha rintisan baru lebih banyak di Gorontalo,” terang Mukti Asikin ketua tim peneliti NSLIC.

Foto : Istimewa

Dari seluruh kabupaten/kota di Provinsi Gorontalo, indeks daya saing ekonomi di Kota Gorontalo menjadi yang tertinggi disusul Kabupaten Pohuwato dengan perbandingan angka 6,04 dan 5,94. Sementara Kabupaten Boalemo menjadi yang terendah dibawah Kabupaten Bone Bolango, Kabupaten Gorontalo, dan Kabupaten Gorontalo Utara.

“Temuan kami untuk skala bisnis di Gorontalo mayoritasnya kecil, bahkan bukan hanya kecil tapi mikro. Kalau mau kompetitif harus berinovasi, dalam hal ini perguruan tinggi harus berperan. Ke depan produknya tidak bisa biasa-biasa saja harus berada di atas standar rata-tata,” tambahnya.

Sementara itu, Gubernur Gorontalo Rusli Habibie menyambut baik hasil pemaparan yang juga dihadiri oleh para pimpinan OPD tersebut. Ia berharap indikator yang capaiannya masih rendah bisa diperbaiki setiap tahunnya.

“Kita bersyukur bisa disandingkan dengan Sulawesi Tenggara. Kita ini kan baru berusia 19 tahun dibandingkan Sultra yang sudah lebih dari 50 tahun merdeka. Kemudian mereka sumber daya alamnya cukup banyak, kita kan nggak ada?,” sebut Rusli.

Proyek NSLIC atau NSELRED (National Support for Enhancing Local and Regional Economic) merupakan kerjasama pemerintah Kanada dan Indonesia. Proyek ini diharapkan dapat mendorong penciptaan iklim investasi dan pengembangan ekonomi lokal di Gorontalo dan Sultra.****

Related Post

TRENDING TOPIC

TRENDING POST