Upacara dipimpin langsung oleh Wali Kota Kotamobagu, dr. Weny Gaib, Sp.M., yang membacakan pidato Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed. Dalam amanat tersebut, pendidikan ditegaskan sebagai proses yang tidak hanya mentransfer ilmu, tetapi juga memanusiakan manusia melalui pendekatan yang tulus dan berlandaskan nilai kemanusiaan.

“Pendidikan bukan sekadar proses formal, tetapi bagaimana potensi manusia dikembangkan secara utuh. Intinya adalah memuliakan manusia,” ujar Wali Kota saat membacakan pidato menteri.

Ia juga menyinggung pentingnya pembangunan sumber daya manusia yang unggul sebagaimana menjadi bagian dari visi nasional. Salah satu pendekatan yang kini didorong adalah pembelajaran mendalam atau deep learning untuk meningkatkan kualitas pendidikan secara menyeluruh.

Menurutnya, upaya peningkatan mutu pendidikan tidak bisa hanya bertumpu pada pemerintah. Keterlibatan berbagai pihak, mulai dari keluarga hingga masyarakat luas, dinilai menjadi faktor penting dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang kuat.

Usai pelaksanaan upacara, kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan komitmen bersama terkait pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB). Penandatanganan ini menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menjamin proses penerimaan siswa yang objektif, transparan, akuntabel, dan bebas dari diskriminasi.

Selain itu, sejumlah agenda lain turut digelar, mulai dari penyerahan sertifikat bagi bakal calon kepala sekolah yang dinyatakan lulus, hingga pemberian penghargaan kepada peserta lomba Duta Cegah Stunting Remaja Tahun 2026.

Kegiatan juga diramaikan dengan pembagian hadiah lomba yang digelar oleh Tim Penggerak PKK dalam rangka peringatan Hari Kartini dan Hari Bumi, serta penampilan seni dari para pelajar, mulai dari drum band hingga tari kreasi yang dibawakan siswa dari berbagai jenjang pendidikan.

Sejumlah pejabat daerah dan unsur Forkopimda turut hadir dalam kegiatan tersebut, bersama para guru dan aparatur sipil negara di lingkungan Pemerintah Kota Kotamobagu.

Momentum Hardiknas tahun ini diharapkan tidak berhenti pada seremoni semata, melainkan mampu mendorong perubahan nyata dalam sistem pendidikan di daerah, terutama dalam pemerataan akses dan peningkatan kualitas pembelajaran.*