Indonesia Peringkat 4 Dunia, Ekspor Pertanian Melejit di Tengah Penurunan Impor

IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia

READ.ID – Sektor pertanian Indonesia menorehkan prestasi luar biasa di panggung perdagangan internasional dengan mencatatkan lonjakan nilai ekspor yang signifikan sekaligus menekan angka impor secara drastis.

Langkah strategis pemerintah dalam menghentikan keran impor beras medium terbukti menjadi motor utama di balik sehatnya neraca perdagangan pangan nasional pada tahun 2026 ini.

Dalam kurun waktu setahun terakhir, nilai ekspor komoditas pertanian Indonesia berhasil meroket hingga mencapai Rp 166 triliun. Pada saat yang sama, kebijakan substitusi pangan dan penguatan produksi dalam negeri sukses memotong nilai impor hingga Rp 41 triliun, sehingga memberikan dampak akumulatif yang sangat besar bagi perputaran ekonomi di tingkat bawah.

Keberhasilan perdagangan luar negeri ini berjalan beriringan dengan pengakuan dunia internasional terhadap volume produksi pangan Indonesia. Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) secara resmi merilis data yang menempatkan Indonesia ke dalam jajaran elit produsen global berkat volume panen yang melimpah.

“Baru-baru 2 hari yang lalu pengumuman oleh FAO. FAO produksi kita tertinggi nomor 4 dunia, mencapai 38 juta ton. Ekspor pertanian naik 166 triliun. Impor kita, karena kita tidak impor beras medium lagi, turun 41 triliun. Jadi total keuntungan petani 200 triliun, Bapak Presiden,” ungkap Amran di podium Pekan Nasional.

Tren positif perdagangan ini diproyeksikan akan terus terjaga seiring melonjaknya harga komoditas andalan seperti Crude Palm Oil (CPO) di pasar global, yang ikut mendongkrak harga Tandan Buah Segar (TBS) di level petani kelapa sawit.

Kementan bersama jajaran Kepolisian juga memastikan akan terus mengawal stabilitas harga ini di lapangan agar keuntungan ekspor benar-benar dinikmati oleh belasan juta petani di daerah.

Baca berita kami lainnya di

banner 468x60