TanggalApril 13, 2021

Sebut Banyak Kader Baru Selama Pandemi, Partai Gelora Optimis Pada Pemilu 2024

READ.ID– Sekjen Dewan Pimpinan Nasional (DPN) partai Gelombang Rakyat Gelora) Indonesia, Mahfuz Sidik mengatakan, partai yang dipimpin duet Muhammad Anis Matta dengan Fahri Hamzah diuntungkan dengan keputusan Pemerintah dan DPR RI yang tidak merivisi paket UU Pemilu untuk penyelenggaraan pesta demokrasi 2024.

Dengan begitu, ungkap Mahfuz dalam keterangan pers yang diterim awak media di Jakarta, Jumat (2/4), buat partai Gelora ada kepastian untuk memprediksi dalam mendapatkan kursi di parlemen baik di DPR, DPRD provinsi dan DPRD kabupaten/kota.

“Jadi, kalau bicara Pemilu 2024, sistemnya kembali ke 2019 sebab tak ada perubahan UU mengenai itu karena memang tidak dilakukan revisi. Bagi kita di Gelora, tidak ada perubahan sistem malah meringankan, karena kita bisa memprediksi situasinya,” kata Mahfuz.

Dalam Cerita Kopi, Ngumpul&Ngobrol Santai secara daring para pendiri, Majelis Permusyawaratan Nasonal (MPN), Majelis Pendiri dan pengurus (DPN) Gelora Indonesia, Rabu (31/3) malam dengan tema ‘ Parpol Jangan Dulu Bicara Politik’, kata Mahfuz, jika revisi UU Pemilu tetap dilaksanakan, dan partai Gelora tidak terlibat dalam pembahasannya, Gelora hanya akan menjadi penonton.

“Kalau ada revisi, kita cuman bisa menonton dari luar. Kita dag dig dug,  ini aturan baru apa yang akan dibuat, apakah semakin  sulit atau tidak kita juga tidak mengetahui,” ungkap politisi senior kelahiran Jakarta, 25 September 1966 tersebut.

Namun, dengan tidak ada revisi, partai Gelora secara jelas bisa melihat kepastian dalam Pemilu 2024. “Kita bisa melihat ke depan, seperti apa pengelolaanya, ada kepastian yang lebih besar,” kata mantan Ketua Komisi I DPR RI membidangi pertahanan dan Luar Negeri ini.

Meski sudah ada keputusan Pemerintah dan DPR RI tak merevisi paket UU Pemilu, tetapi isu amandemen yang saat ini bergulir bisa membawa perubahan terhadap keputusan itu. “Meski isu amandemen dibantah beberapa pihak, tapi ada juga beberapa pihak yang terus mendorong. Kita tidak tahu, apakah paket UU Pemilu-nya tidak berubah, tapi konstitusinya saja yang diubah,” ujar dia.

Tetapi, jika konstitusinya yang diubah, UU-nya juga biasanya ikut diubah. “Ini juga membuat kita mulai pasang mata, pasang telinga. Kalau konstitusinya berubah, UU-nya juga akan berubah,” jelas Mahfuz.

Terlepas dari itu, lanjut Mahfuz, partai Gelora optimis bakal menuai hasil maksimal dalam Pemilu 2024. Itu karena semakin banyaknya masyarakat bergabung ke Gelora dalam situasi pandemi Covid-19 seperti saat ini. “Dua bulan terakhir, Alhamdulillah ada rekrutan kader sampai 80 ribuan. Ini kan luar biasa di tengah situasi pandemi Covid-19, orang lagi malas politik, malah banyak yang daftar ke Partai Gelora,” demikian Mahfuz Sidik.

Share