Siap Bekerja Sama Dengan Taliban, Rusia : Perlawanan Hanya Menemui Kegagalan..!

READ.ID- Rusia mengingatkan semua pihak agar tidak melakukan perlawanan terhadap Taliban karena hanya akan berujung sia – sia. Sebaliknya Rusia justru memuji Taliban yang mampu melakukan kontrol terhadap kota – kota besar di Afghanistan secara damai. Duta Besar Rusia untuk Afghanistan memuji perilaku Taliban pada Jumat di hari-hari sejak pengambilalihan, mengatakan tidak ada alternatif untuk kelompok Taliban yang akan menjalankan hukum Islam secara murni dan perlawanan terhadapnya dipastikan akan gagal.

Komentar Duta Besar Dmitry Zhirnov mencerminkan upaya Rusia untuk terus memperdalam hubungan yang sudah terjalin baik dengan Taliban, sekaligus menunggu mengakui mereka sebagai penguasa sah Afghanistan. Selain Rusia, Inggris dan China sudah menyatakan kesiapannya menjalin hubungan “mesra” dengan Taliban.

Pada tahun 1979 Uni Soviet pernah berupaya menduduki Afghanistan tetapi gagal dan menarik pasukannya pada 1989. Ribuan pasukan Uni Soviet tewas dan beberapa tahun kemudian Uni Soviet bubar terpecah menjadi beberapa negara seperti Uzbekistan dan Tajikistan.

Rusia ingin memastikan bahwa ketidakstabilan di Afghanistan tidak meluas ke Asia Tengah, bagian dari bekas Uni Soviet yang dianggapnya sebagai halaman belakang, dan kawasan itu tidak menjadi landasan bagi kelompok Islam murni lainnya.

Pada kesempatan berbicara kepada sejumlah media dikutip dari Reuters di Kabul oleh Zoom, Zhirnov mengatakan situasi keamanan di ibu kota bahkan jauh lebih baik daripada sebelum Taliban mengambil kendali saat dibawah kendali Amerika dan ia sangat optimis tentang masa depan Afghanistan saat ini.

“Suasana hati di Kabul dapat digambarkan sebagai salah satu harapan yang hati-hati,” kata Zhirnov, dikutip dari Reuters, 21 Agustus 2021.

“Ada rezim buruk yang menghilang dan orang-orang berharap. Mereka mengatakan itu tidak bisa lebih buruk jadi harus lebih baik. Tapi ini adalah ujian lain yang harus dilalui Taliban. Setelah mereka memulihkan ketertiban, mereka harus mulai memperbaiki sosial- situasi ekonomi,” katanya.

Seorang anggota Taliban berjaga saat orang-orang berjalan di pintu masuk Bandara Internasional Hamid Karzai di Kabul, Afghanistan, 16 Agustus 2021.

Kelompok Taliban menggunakan senapan AK-47, namun mereka juga telah menggunakan senjata milik Amerika Serikat M16.

Suasana di kota Kabul sebagian besar tenang, kecuali di dalam dan sekitar bandara di mana 12 orang tewas sejak Minggu, kata pejabat NATO dan Taliban, akibat kepanikan.

Komentar Zhirnov sangat kontras dengan beberapa politisi dan aktivis hak asasi Barat yang sangat skeptis Taliban telah mengurangi kekerasannya terhadap kelompok yang mereka anggap tidak sesuai menurut hukum Islam. Rusia dan China bertolak belakang dalam memandang Taliban dengan pihak Barat.

Zhirnov mengatakan fakta di lapangan telah berubah dan Taliban telah membuat serangkaian janji.

“Kami tidak bisa mengesampingkan kenyataan. Mereka (Taliban) adalah otoritas de-facto. Tidak ada alternatif selain Taliban di Afghanistan,” kata Zhirnov.

Peringatan Rusia itu antara lain ditujukan kepada kelompok kecil yang masih ingin melawan Taliban seperti Putra Ahmad Shah Massoud, salah satu pemimpin utama perlawanan anti-Soviet Afghanistan pada 1980-an, sempat berjanji untuk bertahan melawan Taliban dari kubunya di Lembah Panjshir di utara Kabul.

Rusia juga mengingatkan Wakil Presiden Pertama Afghanistan Amrullah Saleh karena dia berada di Afghanistan dan mengumumkan diri sebagai presiden sementara yang sah, setelah Presiden Ashraf Ghani melarikan diri. Upaya Amrullah Saleh ini dinilai Rusia telah melanggar hukum saat ini.

Zhirnov mengatakan deklarasi Saleh melanggar konstitusi dan bahwa upaya berbasis Panjshir untuk melawan Taliban akan gagal dan hanya menghabiskan waktu saja.

“Mereka tidak memiliki prospek militer. Tidak banyak orang di sana. Sejauh yang kami tahu mereka memiliki 7.000 orang bersenjata. Dan mereka sudah memiliki masalah dengan bahan bakar. Mereka mencoba menerbangkan helikopter tetapi mereka tidak memiliki bensin dan persediaan,” katanya mengingatkan kelompok.yang akan melawan Taliban.

Zhirnov juga mempertanyakan gagasan bahwa semua orang Afghanistan yang mencoba melarikan diri dari negara itu melakukannya karena Taliban.

“Banyak orang sekarang melihat situasi ini sekarang sebagai tiket yang mungkin menuju kehidupan baru (di Barat) dan ini mungkin tidak terkait dengan Taliban,” kata Zhirnov tentang eksodus yang kacau di bandara Kabul. Ia mengatakan Taliban kini telah berubah. (*)

Share