READ.ID,- Pendidikan semestinya menjadi jalan bagi anak-anak untuk menatap masa depan, bukan sesuatu yang terhambat hanya karena orang tua kesulitan memenuhi kebutuhan dasar sekolah.
Semangat itulah yang dibawa Yayasan Tahuru Foundation saat menyalurkan bantuan pendidikan kepada siswa kurang mampu di SD Negeri 41 Kota Gorontalo, Rabu (26/8/2026).
Bantuan tersebut menjadi bagian dari 200 paket pendidikan yang disalurkan yayasan kepada siswa kurang mampu di sejumlah sekolah di Kota Gorontalo. Paket bantuan berisi seragam sekolah, alat tulis, sepatu, dan kaus kaki.
Ketua Yayasan Tahuru Foundation, Zulfikar Tahuru, mengatakan bantuan itu lahir dari pengalaman dan kepedulian terhadap anak-anak yang masih menghadapi keterbatasan dalam memperoleh pendidikan.
Menurut Zulfikar, dirinya bersama Sekretaris Yayasan Tahuru Foundation, Zulkifli Ishak, juga pernah merasakan bagaimana keterbatasan ekonomi dapat menjadi tantangan dalam menempuh pendidikan.
“Kalau mendengar nama yayasan, biasanya pemahaman masyarakat menyebut itu orang berada atau orang kaya. Kalau kami, baik saya maupun Pak Upik, bukan dari kalangan orang berada atau orang kaya. Kami adalah masyarakat biasa yang terus berjuang di tengah sulitnya pendidikan saat itu,” kata Zulfikar.
Bagi Zulfikar, keberhasilan seseorang tidak semata-mata ditentukan oleh kondisi ekonomi keluarganya. Yang terpenting, kata dia, adalah kesempatan untuk belajar dan kemauan untuk terus berusaha.
“Untuk menjadi sukses tidak harus jadi orang kaya dulu, tetapi harus punya semangat untuk sekolah,” ujarnya.
Ia mengatakan, bantuan yang diberikan memang tidak besar. Namun, kebutuhan seperti seragam, sepatu, alat tulis hingga kaus kaki merupakan bagian penting yang tidak boleh diabaikan ketika seorang anak ingin bersekolah.
“Bantuan ini memang sederhana, tetapi kami berharap bisa membantu orang tua dan menambah semangat anak-anak untuk belajar dan bersekolah,” katanya.
Dari 200 paket yang disalurkan, sebagian diberikan kepada siswa SD Negeri 41 Kota Gorontalo. Program tersebut, menurut Zulfikar, tidak berhenti pada pemberian bantuan semata.
Ada pesan yang ingin ditanamkan: kebutuhan dasar pendidikan anak seharusnya menjadi perhatian bersama.
“Ada sebanyak 200 paket bantuan pendidikan yang kami sebar di wilayah Kota Gorontalo, termasuk di SD Negeri 41. Bantuan ini hanyalah sebuah simbol. Harapan kami, tidak ada lagi orang tua yang kesulitan menyekolahkan anaknya karena kebutuhan dasar sekolah,” ujar Zulfikar.
Sekolah Menyambut Baik
Kepala SD Negeri 41 Kota Gorontalo, Karto Nurkamiden, menyambut baik perhatian yang diberikan Yayasan Tahuru Foundation.
Ia menilai bantuan tersebut tidak hanya membantu siswa, tetapi juga meringankan pengeluaran keluarga yang harus memenuhi berbagai kebutuhan sekolah anak.
“Kami pihak sekolah sangat bangga, senang dan bersyukur atas kehadiran Yayasan Tahuru Foundation. Bantuan ini sangat membantu siswa dan meringankan beban orang tua dalam memenuhi kebutuhan sekolah anak-anak,” ujar Karto.
Bagi sekolah, dukungan dari masyarakat seperti ini menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih inklusif. Sebab, tidak semua keluarga memiliki kemampuan ekonomi yang sama untuk memenuhi kebutuhan sekolah anak.
Seragam dan Sepatu yang Berarti
Bagi Yati Palao, warga Kelurahan Tenda, Kecamatan Hulonthalangi, bantuan tersebut memiliki arti yang lebih besar dari sekadar seragam dan sepatu.
Yati merupakan orang tua dari Suci Ramadhan Engo, siswi kelas 3 SD Negeri 41 Kota Gorontalo.
Ia mengaku kebutuhan perlengkapan sekolah terkadang menjadi beban tersendiri bagi keluarga yang memiliki keterbatasan ekonomi.
“Kami doakan semoga Yayasan Tahuru Foundation sukses dan terus membantu masyarakat Kota Gorontalo. Terima kasih Pak Zulfikar atas bantuan pendidikan untuk anak kami. Kami sangat terbantu, karena untuk membeli seragam dan sepatu sekolah cukup sulit bagi kami,” kata Yati.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan sehingga semakin banyak anak dari keluarga yang membutuhkan dapat memperoleh perlengkapan sekolah yang layak.
Pada akhirnya, bantuan pendidikan tidak selalu harus berbentuk sesuatu yang besar. Sebuah seragam, sepasang sepatu atau seperangkat alat tulis bisa menjadi dorongan sederhana bagi seorang anak untuk tetap datang ke sekolah.
Dan bagi orang tua, bantuan itu setidaknya menjadi pengingat bahwa mereka tidak sendirian dalam memperjuangkan pendidikan anak-anaknya.******












