READ.ID — Musyawarah Besar (Mubes) Ikatan Alumni SDN 2 Ponelo Kepulauan resmi dibuka oleh Anggota DPRD Provinsi Gorontalo, Gustam Ismail, yang juga merupakan alumni sekolah tersebut.
Dalam sambutannya, Gustam mengajak seluruh alumni dari berbagai angkatan menjadikan organisasi alumni sebagai ruang untuk memperkuat silaturahmi, menyatukan gagasan, sekaligus memberikan kontribusi bagi pembangunan daerah.
Menurut Gustam, perjalanan para alumni SDN 2 Ponelo menunjukkan bahwa sekolah tersebut telah melahirkan putra-putri yang kini mengabdi di berbagai bidang, mulai dari guru, tenaga kesehatan, TNI, Polri, hingga profesi lainnya.
Ia pun mengingat kembali sejarah awal berdirinya sekolah tersebut. Gustam mengaku mulai bersekolah di SDN 2 Ponelo pada 1978, tidak lama setelah sekolah itu berdiri melalui gotong royong masyarakat.
“Kalau boleh saya bercerita sedikit, saya mulai sekolah di SDN 2 Ponelo pada tahun 1978,” ujar Gustam dalam sambutannya.
Ia menuturkan, sekolah yang berdiri sekitar 1977 itu pada awalnya hanya memiliki tiga ruang kelas. Bangunannya sederhana, berdinding papan dan berlantai tanah.
Bagi Gustam, perjalanan tersebut menjadi bagian penting dari sejarah pendidikan masyarakat Ponelo. Dari sekolah sederhana itu, lahir alumni yang kemudian mengambil peran di berbagai bidang kehidupan.
Karena itu, ia meminta agar keberadaan IKA Alumni SDN 2 Ponelo tidak sekadar menjadi wadah untuk mengenang masa lalu, tetapi juga menjadi ruang untuk merumuskan gagasan dan kontribusi nyata bagi masyarakat.
“Mubes ini adalah ruang bagi kita sekalian untuk menampilkan gagasan dan bagaimana kita yang lahir dari angkatan sekolah yang ada di pulau ini bisa memberikan kontribusi pemikiran terhadap bagaimana membangun desa kita, kecamatan kita, daerah kita, bahkan lebih luas lagi bagaimana membangun bangsa dan negara yang kita cintai,” katanya.
Gustam juga menekankan pentingnya menjaga kesetaraan di antara seluruh alumni. Menurutnya, jabatan, profesi maupun gelar yang disandang seseorang tidak seharusnya menjadi pembatas dalam organisasi alumni.
Ia mengingatkan agar tidak ada alumni yang merasa lebih tinggi hanya karena memiliki jabatan atau kedudukan tertentu.
“Kita semua sama,” tegasnya.
Pesan lain yang disampaikan Gustam adalah agar IKA Alumni SDN 2 Ponelo tidak menjadi organisasi yang membawa kepentingan politik praktis.
Ia berharap organisasi tersebut dibangun atas dasar persaudaraan, kebersamaan dan kepedulian terhadap almamater serta masyarakat.
“Saya berharap IKA Alumni SDN 2 Ponelo ini jangan ada muatan-muatan politik,” ujarnya.
Dalam Mubes tersebut, Gustam juga mendorong agar proses pemilihan pengurus mengedepankan kompetensi, kesiapan waktu dan keikhlasan untuk menjalankan organisasi.
Ia berharap kepengurusan yang terbentuk nantinya mampu menyatukan berbagai pemikiran alumni dari seluruh angkatan dan menyusun program kerja yang berkelanjutan.
Bagi Gustam, Mubes bukan sekadar kegiatan seremonial satu hari, melainkan menjadi awal untuk membangun kembali hubungan antar lulusan serta mengubah pengalaman dan keberhasilan para alumni menjadi motivasi bagi generasi muda di Ponelo Kepulauan.












