Keluhan FN Terbukti Berujung Evaluasi, RSUD ZUS Akui Ada Kelalaian Informasi

IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia

READ.ID – Setelah menjadi sorotan publik dan menuai kritik terkait pelayanan kesehatan, RSUD Zainal Umar Sidiki (ZUS) akhirnya mengakui adanya kelalaian dalam penanganan kasus pasien berinisial FN. Kelalaian tersebut berupa penyampaian informasi yang tidak lengkap kepada pasien saat menjalani pelayanan medis.

Pengakuan itu disampaikan pihak rumah sakit usai melakukan pertemuan dengan pasien dan keluarga di Puskesmas Kwandang pada Jumat 12/06/2026. Dalam pertemuan tersebut, manajemen rumah sakit dan petugas yang bertugas pada malam kejadian menyampaikan kepada pasien.

Kepala Seksi Pelayanan Medik RSUD ZUS, dr. S. Galuh Pawestri, membenarkan bahwa terdapat kekurangan dalam komunikasi yang dilakukan petugas kepada pasien.

“Ada kelalaian karena memberikan informasi yang kurang lengkap kepada pasien,” ujar Galuh saat diwawancarai, Selasa 16/06/2026.

Pernyataan itu sekaligus mematahkan anggapan bahwa persoalan yang ramai diperbincangkan masyarakat tersebut semata-mata terjadi karena kesalahpahaman. Sebab, pihak rumah sakit sendiri mengakui adanya informasi penting yang tidak tersampaikan secara utuh kepada pasien selama proses pelayanan berlangsung.

Dalam pelayanan kesehatan, penyampaian informasi yang jelas merupakan hak pasien dan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari standar pelayanan medis. Ketika informasi tidak diberikan secara lengkap, potensi munculnya kebingungan, kekecewaan, hingga hilangnya kepercayaan terhadap layanan kesehatan menjadi konsekuensi yang sulit dihindari.

Meski demikian, RSUD ZUS menyebut persoalan tersebut telah diselesaikan secara kekeluargaan. Berdasarkan hasil pertemuan, pasien dan keluarga menerima permohonan maaf yang disampaikan pihak rumah sakit.

“Terkait kasus FN telah diselesaikan oleh Tim Aduan Pelayanan RSUD ZUS. Dari hasil pertemuan didapatkan bahwa masalah ini diselesaikan secara kekeluargaan. dan suami juga tidak mempermasalahkan kejadian malam itu,” kata Galuh.

Kasus FN sebelumnya berkembang menjadi polemik di ruang publik setelah muncul dugaan pelayanan yang tidak sesuai harapan pasien. Perbedaan pemahaman antara pasien dan petugas pada malam kejadian memicu kritik masyarakat terhadap kualitas pelayanan rumah sakit milik pemerintah daerah tersebut.

Sebagai tindak lanjut atas temuan tersebut, manajemen RSUD ZUS mengaku telah melakukan terhadap petugas yang terlibat. Langkah itu dilakukan sebagai bentuk internal sekaligus upaya mencegah terulangnya kasus serupa.

Meski telah berakhir damai, pengakuan adanya dari pihak rumah sakit menjadi catatan penting. Sebab, kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan tidak hanya dibangun melalui tindakan medis, tetapi juga melalui keterbukaan informasi dan komunikasi yang jujur kepada setiap pasien.

 

Baca berita kami lainnya di

banner 468x60