READ.ID – Temuan uang tunai sekitar Rp540 miliar dan emas seberat 74 kilogram yang diduga berkaitan dengan kasus korupsi menjadi perhatian publik.
Kasus ini dinilai sebagai momentum untuk membuktikan keseriusan aparat penegak hukum khususnya kepolisian dalam memberantas korupsi secara terbuka dan tanpa pilih kasih.
Kasus tersebut juga memunculkan berbagai tanggapan. Salah satunya datang dari mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD.
Mahfud mendukung langkah Kepolisian RI dan Kejaksaan Agung yang mengusut dugaan korupsi, termasuk jika melibatkan pejabat di institusi masing-masing.
“Selamat kepada Polri yang telah menjebol tembok penyembunyian harta-harta yang diduga hasil korupsi di sebuah kafe dan beberapa titik lainnya,” kata Mahfud dikutip dari potongan video wawancara Mahfud MD.
Ia berharap seluruh proses hukum dilakukan secara profesional dan terbuka sehingga masyarakat bisa melihat bahwa tidak ada pihak yang kebal hukum.
Hal ini juga mendapat respons, Wakil Ketua KNPI Kota Gorontalo Bidang Kesatuan Bangsa dan Politik, Gean Rezka Rizaldy Bagit, mengatakan kasus ini harus menjadi kesempatan untuk membersihkan lembaga penegak hukum dari praktik korupsi.
Menurut Gean, langkah Polri dan Kejaksaan dalam mengusut kasus korupsi perlu didukung selama dilakukan secara profesional, adil, dan sesuai aturan.
Ia juga mendukung komitmen Presiden Prabowo dalam memberantas korupsi, menurutnya, tegas terhadap siapapun yang melakukan korupsi tanpa pandang jabatan.
“Biarkan Polri dan Kejaksaan bekerja sesuai tugasnya. Yang terpenting, proses hukum berjalan secara jujur, terbuka, dan siapa pun yang terbukti bersalah harus diproses sesuai hukum tanpa membedakan jabatan maupun institusinya,” ujar Gean.
Dengan penanganan yang transparan dan profesional, Gean berharap kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum dapat semakin meningkat serta memberikan efek jera bagi para pelaku korupsi.
Di sisi lain, Presiden Prabowo Subianto juga mengingatkan seluruh aparatur negara untuk selalu menjaga integritas. Jumat (10/7/2026).
“Saudara adalah milik rakyat, Jangan pernah lupa itu,” ujar Prabowo.
Menurut Presiden, setiap pejabat harus ingat bahwa jabatan dan fasilitas yang dimiliki berasal dari rakyat. Karena itu, seluruh aparat diminta bekerja dengan jujur dan mengutamakan kepentingan masyarakat.












