READ.ID – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, memberikan pidato yang membakar semangat ribuan petani dan nelayan dalam pembukaan Pekan Nasional (Penas) Petani Nelayan XVII 2026 yang digelar di Kabupaten Gorontalo.
Di hadapan keluarga besar tani dan nelayan andalan, Presiden Prabowo menegaskan kembali komitmen ideologisnya yang tak pernah padam untuk membela nasib rakyat kecil. Ia mengenang bagaimana dinamika politik dan kritik tajam masa lalu justru menjadi bahan bakar utama baginya untuk terus maju dan konsisten memperjuangkan kedaulatan pangan bangsa Indonesia hingga saat ini.
Presiden Prabowo secara terbuka mengkritik paham neoliberal masa lalu yang dinilainya keliru karena mengabaikan proteksi terhadap masyarakat lemah demi dalih kompetisi pasar bebas. Ia menceritakan kembali momentum saat dirinya menjabat sebagai Ketua Umum HKTI dan harus menentang keras kebijakan impor beras yang tidak berpihak pada petani lokal.
“Saya kaget dan saya sedih. Saya mengatakan dalam hati saya, ini salah besar. Ini tidak mengerti apa arti negara. Tidak mengerti apa arti bernegara,” ungkap Presiden Prabowo mengenang masa-masa krusial tersebut di hadapan para peserta Penas XVII.
Bagi Presiden Prabowo, filosofi dasar dari kemerdekaan Indonesia bukanlah sebuah seremonial belaka, melainkan sebuah amanat luhur untuk menghadirkan keadilan sosial dan kemakmuran yang nyata bagi seluruh lapisan masyarakat. “Kita berjuang ratusan tahun untuk mendirikan negara merdeka agar rakyat kita sejahtera! Agar petani, nelayan, buruh, seluruh rakyat Indonesia sejahtera! Agar mereka hidup dengan baik!” seru Presiden dengan nada bergetar yang langsung disambut gemuruh tepuk tangan dan sorak-sorai dari seluruh penjuru lapangan acara.
Lebih lanjut, dalam kurun waktu satu tahun delapan bulan masa kepemimpinannya, Presiden Prabowo dengan bangga memaparkan lompatan besar yang berhasil diraih Indonesia di sektor agraris. Indonesia kini telah berhasil mengukuhkan fondasi swasembada pangan dengan mencatatkan angka produksi nasional yang luar biasa untuk komoditas strategis seperti beras dan jagung.
“Kita produksi pangan, beras, jagung, hampir semua komoditas pangan kita produksi, dan produksi beras dan jagung kita tertinggi sepanjang negara kita berdiri,” jelasnya disambut anggukan optimis dari para tokoh tani yang hadir.
Menutup sambutannya Presiden Prabowo menegaskan bahwa capaian gemilang ini bukanlah kerja satu orang, melainkan buah dari sinergi, keringat, dan dedikasi kolektif para petani, nelayan, serta jajaran kabinet.
Secara khusus, ia memberikan apresiasi tinggi kepada tim tangguh di sektor pangan, mulai dari Menko Pangan, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, hingga jajaran Kementerian Kelautan dan Perikanan.
Lewat momentum Penas XVII 2026 di Gorontalo ini, Presiden mengajak seluruh elemen bangsa untuk terus menjaga ritme kerja keras ini demi membawa Indonesia menjadi macan pangan dunia.












