READ.ID – Kedatangan Wakil Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Dzulfikar Ahmad Tawalla di Provinsi Gorontalo, Rabu (9/9/2026), disambut dengan prosesi adat Mopotilolo.
Kunjungan perdana Wamen P2MI ke Bumi Serambi Madinah itu diawali dengan prosesi adat yang berlangsung di area VIP Bandara Djalaluddin, Kabupaten Gorontalo.
Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie turut menyambut langsung kedatangan Dzulfikar bersama Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo Sofian Ibrahim, Ketua DPRD Provinsi Gorontalo Thomas Mopili, unsur Forkopimda, serta sejumlah pimpinan OPD di lingkungan Pemerintah Provinsi Gorontalo.
Mopotilolo merupakan tradisi adat Gorontalo yang diberikan sebagai bentuk penghormatan kepada pejabat tinggi negara maupun tamu penting yang untuk pertama kalinya menginjakkan kaki di Gorontalo.
Prosesi tersebut diawali dengan tabuhan genderang adat dan Tari Longgo, tarian perang khas Gorontalo yang melambangkan keberanian, keteguhan, dan kehormatan.
Nuansa adat semakin terasa ketika Wamen P2MI Dzulfikar Ahmad Tawalla menerima persembahan berupa makanan dan minuman tradisional Gorontalo, disertai petuah adat dari para pemangku adat U Duluwo Limo Lo Pohalaa, dewan adat dari lima wilayah adat Gorontalo.
Rangkaian Mopotilolo kemudian ditutup dengan pembacaan doa sebagai simbol restu masyarakat Gorontalo. Doa tersebut menjadi harapan agar Wamen P2MI bersama rombongan diberikan kesehatan, keselamatan, dan kelancaran selama menjalankan seluruh agenda kunjungannya di Gorontalo.
Di balik prosesi tersebut, Biro Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Pemkesra) Setda Provinsi Gorontalo turut mengambil peran dalam memfasilitasi seluruh rangkaian kegiatan.
Fasilitasi dilakukan melalui koordinasi dengan para pemangku adat, perangkat daerah, serta unsur pendukung lainnya untuk memastikan prosesi berjalan tertib, khidmat, dan sesuai dengan tata nilai adat Gorontalo.
Peran tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Gorontalo untuk menghadirkan identitas dan kearifan lokal dalam setiap penyambutan pejabat pemerintah pusat maupun tamu penting yang berkunjung ke daerah.
Dengan demikian, Mopotilolo tidak hanya menjadi prosesi seremonial, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkenalkan jati diri, budaya, serta nilai-nilai adat Gorontalo kepada para tamu yang datang.
Usai prosesi penyambutan, Wamen P2MI dijadwalkan memberikan kuliah umum sekaligus menyebarluaskan informasi mengenai program SMK Go Global di Universitas Muhammadiyah Gorontalo pada siang hari.
Sementara pada malam harinya, Dzulfikar Ahmad Tawalla dijadwalkan membuka Rapat Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah yang juga berlangsung di Universitas Muhammadiyah Gorontalo. Agenda tersebut turut dihadiri dan didampingi Wakil Gubernur Gorontalo.
Kunjungan Wamen P2MI ini menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi dan sinergi antara Pemerintah Provinsi Gorontalo dengan Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia.
Sinergi tersebut khususnya diarahkan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, perluasan kesempatan kerja, serta penguatan perlindungan bagi pekerja migran asal Gorontalo.
Bagi Pemprov Gorontalo, kehadiran Wamen P2MI juga membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dalam menghadirkan program strategis bagi masyarakat, khususnya generasi muda dan calon pekerja migran.
Melalui fungsi fasilitasi dan koordinasi, Biro Pemkesra Setda Provinsi Gorontalo terus mengambil bagian dalam memastikan agenda strategis pemerintah dapat terlaksana dengan baik, dengan tetap mengedepankan nilai adat dan budaya Gorontalo sebagai identitas daerah.











