READ.ID – Pemanfaatan teknologi pertanian modern mulai diperkenalkan di Kabupaten Gorontalo Utara melalui kegiatan demonstrasi (demo) drone penyemprot tanaman yang digelar PT Maxxi Agri Indonesia bersama PT Maxxi Tani Teknologi (MTT) berkolaborasi dengan Dinas Pertanian Kabupaten Gorontalo Utara. Kegiatan ini menjadi langkah awal penerapan teknologi drone pertanian di daerah tersebut sekaligus membuka peluang peningkatan produktivitas petani.
Pilot Drone PT Maxxi Tani Teknologi, Zulqifli, mengatakan kegiatan tersebut merupakan demo drone pertanian pertama yang digelar di Gorontalo Utara. Menurutnya, antusiasme pemerintah daerah maupun petani terhadap teknologi tersebut sangat tinggi.
“Kami berterima kasih kepada Dinas Pertanian Gorontalo Utara yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan ini. Respons masyarakat juga luar biasa. Ini menjadi momentum awal penerapan teknologi pertanian modern di Gorontalo Utara,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pengembangan teknologi drone yang dibawa perusahaan terinspirasi dari keberhasilan sektor pertanian di Thailand. Di negara tersebut, sinergi antara pemerintah, perusahaan penyedia teknologi, dan petani dinilai berhasil mempercepat modernisasi sektor pertanian.
Konsep serupa kini mulai diterapkan di Gorontalo Utara melalui kolaborasi dalam satu ekosistem. PT Maxxi menghadirkan teknologi drone pertanian, PT Maxxi Agri Indonesia menyediakan berbagai produk pertanian seperti pestisida, pupuk, dan benih, sementara PT Maxxi Tani Teknologi (MTT) menyediakan layanan penyemprotan menggunakan drone sehingga petani tidak perlu membeli unit drone yang harganya relatif mahal.
“Melalui Maxxi Tani Teknologi, petani cukup menggunakan jasa penyemprotan drone tanpa harus memiliki unitnya. Dengan begitu, teknologi ini bisa dirasakan oleh seluruh kalangan petani,” jelas Zulqifli.
Selain menggelar demonstrasi di instansi pemerintah, perusahaan juga aktif melakukan demonstrasi lapangan (demplot) di lahan pertanian melalui jaringan Field Assistant yang tersebar di setiap kecamatan di Provinsi Gorontalo. Dalam setiap kegiatan demplot produk pertanian yang dilakukan PT Maxxi Agri Indonesia, tim PT Maxxi Tani Teknologi turut mendemonstrasikan penyemprotan menggunakan drone.
Menurut Zulqifli, keunggulan utama penggunaan drone terletak pada efisiensi waktu dan biaya. Jika penyemprotan manual untuk lahan seluas satu hektare membutuhkan sekitar empat orang pekerja dengan biaya jasa mencapai Rp200 ribu, belum termasuk konsumsi dan kebutuhan lainnya, maka dengan drone biaya yang ditawarkan tetap kompetitif, namun waktu pengerjaannya jauh lebih singkat.
“Untuk satu hektare lahan, drone hanya membutuhkan sekitar 30 menit. Penyemprotan juga lebih merata karena dilakukan dari udara, sehingga potensi peningkatan hasil panen bisa mencapai sekitar 20 persen,” katanya.
Ia menambahkan, operasional penyemprotan dilakukan menyesuaikan kondisi tanaman dan cuaca. Tim biasanya bekerja mulai pukul 06.00 hingga 09.00 Wita, kemudian dilanjutkan kembali pada sore hari sekitar pukul 15.00 hingga menjelang Magrib.
“Dalam satu hari kami bisa melayani penyemprotan sekitar lima hektare lahan. Total waktu efektif penyemprotan sekitar 150 menit atau kurang lebih dua setengah jam, namun pelaksanaannya dibagi pada waktu yang paling ideal untuk aplikasi pestisida,” ungkapnya.
Drone yang digunakan merupakan tipe XAG P60, perangkat khusus pertanian yang telah digunakan di berbagai negara, termasuk Thailand. Teknologi tersebut dilengkapi sistem pemetaan (mapping) lahan, penentuan jalur penyemprotan secara digital, hingga fitur terbang otomatis mengikuti rute yang telah ditentukan.
“Sebelum penyemprotan dilakukan, lahan dipetakan terlebih dahulu. Setelah jalur disepakati bersama petani, drone akan terbang secara otomatis mengikuti rute tersebut sehingga penyemprotan menjadi lebih presisi dan merata,” jelasnya.
Melalui demonstrasi tersebut, PT Maxxi Agri Indonesia bersama PT Maxxi Tani Teknologi berharap pemanfaatan teknologi drone pertanian dapat semakin dikenal dan dimanfaatkan oleh petani Gorontalo Utara. Kolaborasi kedua perusahaan ini diharapkan mampu menjadi solusi dalam meningkatkan efisiensi kerja, menekan biaya produksi, serta mendorong peningkatan produktivitas hasil pertanian menuju sektor pertanian yang lebih modern dan berdaya saing.












