RAB Kayu SDN 16 Kwandang Tercatat Nol, Konsultan Ungkap Dasar Perencanaan dan Mekanisme Penggantian

IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia

READ.ID — Tercatatnya penggunaan material kayu dengan volume nol dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB) awal revitalisasi menjadi perhatian dalam pelaksanaan pekerjaan di lapangan. perencanaan, Evelinne Yoma Pomalingo, menjelaskan bahwa angka tersebut merupakan hasil perencanaan berdasarkan kondisi bangunan yang terlihat saat survei awal.

Menurut Evelinne, pada tahap perencanaan, tim tidak melakukan pembongkaran pada bagian atap sehingga kondisi kayu yang berada di bagian atas bangunan belum dapat diperiksa secara langsung.

“Namanya rehab ini, kami selaku perencana tidak sampai manjat, tidak sampai lihat di atas. Jadi kami kategorikan kemarin itu kuda-kudanya masih bagus,” ujar Evelinne saat dikonfirmasi.

Ia menjelaskan, penilaian terhadap kondisi kayu secara lebih menyeluruh baru dapat dilakukan ketika pekerjaan memasuki tahap pembongkaran. Setelah bagian penutup atap dibuka, kondisi material yang sebelumnya tidak terlihat dapat diketahui secara langsung.

Kondisi tersebut, kata Evelinne, memungkinkan adanya perbedaan antara asumsi dalam perencanaan awal dengan kondisi faktual yang ditemukan ketika pekerjaan berlangsung.

Ia mengaku, pada sejumlah pekerjaan rehabilitasi sebelumnya, pihaknya juga menemukan kondisi serupa. Material yang pada awalnya diperkirakan perlu diganti ternyata masih dapat dipertahankan. Sebaliknya, terdapat pula material yang setelah dibuka ternyata sudah tidak memenuhi persyaratan untuk digunakan kembali.

Karena itu, menurut Evelinne, keputusan mempertahankan atau mengganti kayu tidak semata-mata didasarkan pada perkiraan, tetapi harus melalui pemeriksaan terhadap kondisi fisiknya.

“Kalau untuk penggunaan kayu bekas itu kita tidak sembarang menggunakan kayu. Dilihat dari tiga aspek,” katanya.

Tiga indikator yang disebut Evelinne meliputi ukuran kayu yang masih sesuai, tidak mengalami lendutan atau perubahan bentuk, serta tidak mengalami kerusakan akibat serangan rayap.

“Yang pertama itu ukurannya tidak berubah. Yang kedua tidak ada lendutan. Dan yang ketiga tidak ada lubang rayap,” jelasnya.

Apabila kayu memenuhi ketiga indikator tersebut, material lama dinilai masih dapat dimanfaatkan. Namun, apabila ditemukan perubahan ukuran, lendutan, atau kerusakan akibat rayap, maka material tersebut harus diganti.

Persoalannya kemudian muncul ketika kebutuhan penggantian kayu baru diketahui setelah pekerjaan berjalan, sementara item kayu dalam RAB awal tercatat nol.

Menanggapi hal tersebut, Evelinne mengatakan perubahan pekerjaan dapat dilakukan melalui mekanisme tambah-kurang volume atau Contract Change Order (CCO), sepanjang perubahan tersebut memiliki dasar dan tetap berada dalam batas anggaran yang telah ditetapkan.

“Kalau di RAB itu pekerjaannya nol untuk kayunya dan ternyata di lapangan memang perlu diganti kayu-kayunya, maka dipersilakan,” ujarnya.

Ia menegaskan, perubahan tersebut tidak berarti menambah pagu anggaran pekerjaan.

“Pagu tetap sama. Misalnya Rp100 juta untuk satu ruang, bagaimanapun caranya kita merubah itu Rp100 juta sesuai keperluannya. Ada tambah kurang, tetap di Rp100 juta,” tegasnya.

Evelinne juga menjelaskan bahwa terdapat dokumen pekerjaan pada tahap akhir yang menggambarkan kondisi dan pekerjaan yang benar-benar dilaksanakan di lapangan.

“Nanti ada RAB akhir. RAB 100 persen di akhir. Jadi sudah bukan RAB rencana, tetapi RAB realisasi,” katanya.

Dalam pelaksanaan perubahan pekerjaan, Evelinne meminta pihak pelaksana tidak mengambil keputusan sendiri, khususnya sebelum membeli material yang tidak tercantum dalam perencanaan awal.

“Silakan melakukan pekerjaan, tapi sebelum melakukan pekerjaan dan sebelum membeli bahan dan material, tolong konsultasi dengan pengawas dulu,” ujarnya.

Penjelasan tersebut menunjukkan bahwa pencatatan kayu dengan volume nol dalam RAB awal didasarkan pada kondisi yang dapat diamati saat tahap perencanaan. Namun, apabila setelah pembongkaran ditemukan kayu yang tidak layak digunakan, penggantiannya menurut konsultan dapat dilakukan melalui mekanisme perubahan pekerjaan dengan tetap mempertahankan pagu anggaran.

Meski demikian, untuk memastikan mekanisme tersebut benar-benar diterapkan pada revitalisasi SDN 16 Kwandang, dokumen perubahan pekerjaan, hasil pemeriksaan kondisi kayu, serta RAB realisasi menjadi bagian penting yang perlu dilihat dan dikonfirmasi lebih lanjut.

Baca berita kami lainnya di

banner 468x60